NasionalPolitik

Bubar Paksa Massa, Polisi Tembakkan Gas Air Mata Di Bawaslu

Bubar Paksa Massa, Polisi Tembakkan Gas Air Mata Di Bawaslu (kanalutama.com)Bubar Paksa Massa, Polisi Tembakkan Gas Air Mata Di Bawaslu

Meskipun sempat sepakat membubarkan diri, ternyata beberapa massa masih saja memaksa bertahan di sekitar gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Akhirnya, polisi terpaksa membubarkan massa dengan tembakan gas air mata.

Polisi sebelumnya sempat bernegosiasi kembali dengan massa yang masih memilih mempertahankan diri di Bawaslu. Mereka tetap meminta rekan mereka yang sempat diamankan untuk dilepas.

Kemudian, melalui mobil pengurai massa polisi terus meminta massa untuk membubarkan diri. Namun, imbauan itu tidak juga diindahkan oleh massa.

Mereka justru melangkah maju mendekat ke barikade polisi. Alhasil, polisi pun menyampaikan peringatan kedua untuk massa yang masih bertahan.

Bubar Paksa Massa, Polisi Tembakkan Gas Air Mata Di Bawaslu (kanalutama.com)
Bubar Paksa Massa, Polisi Tembakkan Gas Air Mata Di Bawaslu

Tampak dua anggota polisi yang memegang tembakan gas air mata mengambil posisi siaga. Beberapa perwakilan massa lalu menghampiri polisi untuk bernegosiasi kembali.

Kemudian sekitar pukul 00.33 WIB, anggota polisi melangkah maju mendekat ke massa. Massa terus menerus diminta untuk membubarkan diri oleh polisi.

“Warga yang tidak berkepentingan segera minggir, nanti Anda kena tembak. Minggir, masuk ke dalam rumah. Tutup gerbangnya,” ujar anggota polisi melalui pengeras suara.

Sementara itu, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Harry kembali mendekati tokoh masyarakat untuk meminta massa membuarkan diri. “Ayolah bubar. Masih ada besok ko,” kata Harry.

Polisi terus mendorong warga yang masih bertahan di jalan untuk membubarkan diri. Bahkan, polisi mendorong massa hingga ke sejumlah gang yang masih dipenuhi warga. “Silakan Bib, bubar ya,” ujar Harry.

Namun, sekitar pukul 00.40 WIB, massa tampak membakar petasan dan juga melempar batu ke arah polisi. Kemudian, polisi membalas dengan menembakkan gas air mata.