NasionalPolitik

Prabowo Heran, Tak Ada Upaya Pemerintah Usut Kematian Petugas KPPS

Prabowo Heran, Tak Ada Upaya Pemerintah Usut Kematian Petugas KPPS (kanalutama.com)Prabowo Heran, Tak Ada Upaya Pemerintah Usut Kematian Petugas KPPS

Hampir satu bulan Pemilu Serentak 2019 berlalu. Tetapi, masih ada kabar duka cita dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di berbagai daerah.

Kematian ratusan lebih petugas pemilu yang meninggal saat proses Pemilu Serentak 2019, dinilai calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto sebagai hal yang memprihatinkan dan mencemaskan.

“Sesuatu hal juga yang cukup mencemaskan kita semua, memprihatinkan dalam sejarah Republik Indonesia,” ujarnya dalam sebuah video yang disebarluaskan, Kamis (16/5).

Dikatakan memprihatinkan karena baru kali ini, lebih dari 500 orang meninggal dalam pesta demokrasi rakyat. Sementara dikatakan mencemaskan karena kematian tersebut penuh dengan tanda tanya besar.

Prabowo menuturkan, para doktor, pakar, dan ahli kesehatan, bahkan sudah mengatakan bahwa kecil kemungkinan 500 orang tersebut meninggal lantaran kelelahan sebagaimana yang diklaim Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Prabowo Heran, Tak Ada Upaya Pemerintah Usut Kematian Petugas KPPS (kanalutama.com)
Prabowo Heran, Tak Ada Upaya Pemerintah Usut Kematian Petugas KPPS

“Bahkan ada yang meninggal pada usia 19 tahun, 21 tahun, 30 tahun, tidak mungkin seusia itu mati karena kelelahan,” ujar mantan Danjen Kopassus itu.

Karenanya atas dasar tersebut, Prabowo menilai desakan  publik agar pemerintah melakukan investigasi penyelidikan dan melakukan otopsi sebagai hal yang wajar. Ketua Umum Partai Gerindra itu mengaku heran karena pemerintah lebih peduli pada sapi daripada manusia.

Hal tersebut terlihat dari sikap Dinas Kesehatan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur yang bertindak cepat melakukan otopsi saat ada enam sapi yang mati mendadak.“Ini 570 anak bangsa meninggal, sangat mengherankan tidak ada upaya untuk mencari tahu kenapa apapun,” pungkas Prabowo.

Sementara itu, Medical Emergency Rescue Commitee atau Mer-C menilai kematian para petugas Pemilu 2019 akibat kelelahan sebagai fenomena ganjil. Pasalnya, menurut MER-C, dalam medis kelelahan tidak dapat dijadikan sebab musabab seorang mengalami kematian.

Karenanya, MER-C akan melakukan tindakan pencegahan dengan terjun langsung ke sejumlah wilayah Indonesia dengan dampak korban terbanyak. Hal ini dilakukan, karena MER-C melihat masih terbukanya peluang jatuhnya korban jiwa lebih banyak lagi bila tindakan diberikan tidak maksimal.