NasionalPolitik

Heboh! Suara Siluman Muncul Di Bali Hingga 115.843 Suara

Heboh! Suara Siluman Muncul Di Bali Hingga 115.843 Suara (kanalutama.com)Heboh! Suara Siluman Muncul Di Bali Hingga 115.843 Suara

Pemilu 2019 telah usai. Namun, suara siluman mewarnai rekapitulasi suara Pilpres 2019 di beberapa daerah, termasuk Bali. Karenanya, rekapitulasi suara Pemilihan Presiden Republik Indonesia 2019 di Bali patut dipertanyakan.

Diduga terjadi penggelembungan suara sebesar 115.843 yang menguntungkan kedua pasangan calon. Hal tersebut tampak pada data resmi yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali. Menyisakan rekapitulasi di 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Ubud, Kuta Selatan, dan Negara pada Jumat (3/5) hingga Sabtu (4/5).

Sementara, institusi pimpinan I Dewa Agung Gede Lidartawan menyebut suara tercoblos sebanyak 321.641 lembar. Terdiri atas 279.763 suara untuk paslon nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf dan untuk paslon 02, Prabowo-Sandi sebanyak 41.878 suara.

Padahal Daftar Pemilih Tetap (DPT) di tiga kecamatan, yaitu Ubud (53.383), Kuta Selatan (85.339), dan Negara (67.076) total berjumlah 205.798. Dengan kata lain terdapat “suara siluman” sebanyak 115.843.

Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan (kanalutama.com)
Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan

Berdasarkan rekapitulasi 53 dari 57 kecamatan yang dikeluarkan KPU Bali, Jumat (3/5) pukul 19.00, suara paslon nomor urut 01 berjumlah 2.035.747 (92 persen). Sementara suara paslon 02 meraih sebanyak 170.141 (8 persen).

Dugaan penggelembungan suara tampak pada rekapitulasi 56 dari 57 kecamatan yang dikeluarkan KPU Bali, Sabtu (4/5) pukul 18.00. Suara pasangan Jokowi-Ma’ruf bergerak ke angka 2.315.510 (lonjakan suara sebesar 279.763) dan suara pasangan Prabowo-Sandi bergerak ke angka 212.019 (lonjakan suara 41.878).

Anehnya, mengacu DPT di tiga kecamatan, lonjakan suara paslon 01 lebih besar dari total DPT, yaitu 279.763 dari 205.798. Sehingga, terdapat suara siluman sebesar 73.965 di luar suara paslon 02 sebesar 41.878.

Namun menariknya, Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan pada Sabtu (4/5) pukul 20.32 mengatakan data tersebut akurat dan tepercaya. “Data terbaru dan akurat,” katanya.

Sementara itu di sisi lain, Komisioner Bawaslu Bali, I Ketut Rudia mengatakan pihaknya siap bertindak jika terjadi kecurangan. “Kami menunggu laporan. Bila ada bukti, sesuai mekanisme tentu akan kami proses,” kata Ketut Rudia.

Hal tersebut tentu saja membuat heboh, karena suara siluman muncul di Bali hingga 115.843 suara. Apakah ini merupakan kesalahan atau kesengajaan yang sudah menjad pesanan? Biarlah masyarakat yang menilai.