NasionalPolitik

Deklarasi Dukungan Rektor Dan Aktivis Kampus Indonesia Untuk Prabowo-Sandi

Deklarasi Dukungan Rektor Dan Aktivis Kampus Indonesia Untuk Prabowo-Sandi (kanalutama.com)Deklarasi Dukungan Rektor Dan Aktivis Kampus Indonesia Untuk Prabowo-Sandi

Calon Presiden Nomor urut 02, Prabowo Subianto menghadiri undangan Gerakan Elaborasi Rektor Akademisi Alumni dan Aktivis Kampus Indonesia (GERAAAK) di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta pada Jumat, (5/4/2019). Prabowo hadir didampingi oleh mantan Ketua DPR, Marzuki Alie.

Dengan mengenakan kemeja putih dibalut jas hitam, Prabowo hadir sekitar pukul 19.48 WIB. Saat turun dari kendaraan SUV hitamnya, mantan Danjen Kopassus itu langsung disambut puluhan emak-emak yang sudah menunggunya sejak siang.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mendapatkan dukungan dari Gerakan Elaborasi Rektor Akademisi Alumni dan Aktivis Kampus Indonesia (GERAAAK) dalam pencalonan Presiden 2019.

“Saya Muhamad Budi Djatmiko, memproklamirkan, mendekalaasikan, bahwa GERAAAK mendukung Prabowo dan Sandiaga sebagai Capres dan Cawapres,” kata Ketua GERAAAK, Muhamad Budi Djatmiko.

Deklarasi Dukungan Rektor Dan Aktivis Kampus Indonesia Untuk Prabowo-Sandi (kanalutama.com)
Deklarasi Dukungan Rektor Dan Aktivis Kampus Indonesia Untuk Prabowo-Sandi

Kemudian, GERAAAK meminta kepada Prabowo untuk meningkatkan anggaran pendidikan bagi Perguruan Tinggi Swasta. Saat ini, menurutnya PT swasta hanya memperoleh 7,5 persen dari keseluruhan anggaran pendidikan untuk perguruan tinggi.

Tentu saja hal tersebut menurutnya tidak adil lantaran jumlah PT swasta 93 persen sedangkan negeri hanya 7 persen.

“Sementara indikator pengukuran perguruan tinggi dan swasta, sama,” ujar Budi.

Tidak hanya itu, ‎Budi juga meminta kepada Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu untuk memberikan kebebasan bagi PT Swasta dalam mengelola pendidikan. Dikarenakan, saat ini kontrol pemerintah terhadap PT swasta sangat ketat.

“Harusnya sedikit longgar, hanya memantau kualitas pendidikan saja,” ungkap Budi.

Ketua APTISI, Prof Muhammad Budi Djatmiko (kanalutama.com)
Ketua APTISI, Prof Muhammad Budi Djatmiko

Menurutnya, dukungan anggaran bagi perguruan tinggi swasta itu juga dibutuhkan untuk keperluan riset agar terus berkembang.

“UU Sistem Pendidikan Nasional tahun 2003 katakan bahwa perguruan tinggi bersifat otonomi. Namun besarnya kungkungan pemerintah kontrol PT swasta dan ini tidak boleh dilakukan,” ujarnya.

Adapun, para peserta yang hadir berasal dari sejumlah daerah, seperti Aceh, Medan, Jambi, Padang, Palembang, Riau, DKI Jakarta, Bandung, Makassar, Palangkaraya, Kalimantan Utara, dan berbagai wilayah lainnya.

Sementara itu, nampak hadir dalam acara tersebut yaitu Direktur Konsolidasi Nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Fuad Bawazier, Anggota Direktorat Konsolidasi Nasional BPN, Maher Algadri dan mantan Ketua DPR, Marzuki Alie. Acara malam itu juga dihadiri para rektor, akademisi, hingga aktivis kampus se-Indonesia.

Tinggalkan Balasan