NasionalPolitik

Sambangi KPU, BPN Prabowo Laporkan 17,5 Juta Nama Tak Wajar Di DPT

Sambangi KPU, BPN Prabowo Laporkan 17,5 Juta Nama Tak Wajar Di DPT (kanalutama.com)Sambangi KPU, BPN Prabowo Laporkan 17,5 Juta Nama Tak Wajar Di DPT

Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Hashim Djojohadikusumo menyambangi kantor KPU RI di Jakarta Pusat, Senin (11/3). Hashim melaporkan ada 17,5 juta nama di Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang menurut mereka tidak wajar.

Hashim yang merupakan adik calon presiden Prabowo Subianto mengatakan, pihak BPN menemukan ketidakwajaran tersebut setelah KPU RI mengumumkan DPT pada 15 Desember 2018 lalu.

“KPU RI memberi kami waktu untuk melakukan verifikasi, setelah empat kali pertemuan dengan KPU, BPN melalui tim informasi dan teknologi meyampaikan bahwa masih ada 17,5 juta data yang menurut kami tak wajar, dengan penemuan itu kami menyampaikan keprihatinan atas keutuhan dan integritas DPT,” katanya.

Ditegaskan Hashim bahwa ada dua kemungkinan yang bisa terjadi terkait penemuan tersebut. “Itu bisa ganda atau invalid,” lanjutnya.

Sambangi KPU, BPN Prabowo Laporkan 17,5 Juta Nama Tak Wajar Di DPT (kanalutama.com)
Sambangi KPU, BPN Prabowo Laporkan 17,5 Juta Nama Tak Wajar Di DPT

Sementara itu, Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ahmad Riza Patria menjelaskan secara detail penemuan 17,5 juta nama yang tidak wajar tersebut. Menurutnya ketidakwajaran terjadi pada jumlah pemilih yang lahir pada tiga tanggal yaitu 31 Desember, 1 Januari, dan 1 Juli.

“Dari 17,5 juta nama yang tak wajar itu terletak pada tanggal lahir yaitu yang lahir pada tanggal 1 Juli sejumlah 9,8 juta; yang lahir pada tanggal 31 Desember ada 3 juta; dan yang lahir pada 1 Januari sejumlah 2,3 juta nama,” jelasnya.

Dikatakan Ahmad, perbedaan itu cukup mencolok lantaran jumlahnya jauh dari angka rata-rata penduduk yang lahir pada tanggal yang lain.

“Kalau kami hitung rata-rata setiap tanggal dalam satu tahun itu ada 520 ribu nama, misal masyarakat yang lahir tanggal 30 Juni ada 520 ribu kemudian tiba-tiba yang lahir tanggal 1 Juli ada 9,8 juta; kemudian yang lahir 2 Juli kembali 520 ribu, itu menurut kami yang tak wajar,” katanya.

Sambangi KPU, BPN Prabowo Laporkan 17,5 Juta Nama Tak Wajar Di DPT (kanalutama.com)
Sambangi KPU, BPN Prabowo Laporkan 17,5 Juta Nama Tak Wajar Di DPT

Ahmad juga mengatakan pihaknya akan segera mengagendakan pertemuan dengan Ditjen Dukcapil (Kependudukan dan Catatan Sipil) Kementerian Dalam Negeri untuk memverifikasi hal tersebut.

“Karena KPU mengatakan data tersebut diambil dari Ditjen Dukcapil Kemendagri,” lanjutnya.

Kemudian, dari hasil pertemuan dengan KPU RI itu Ahmad Riza menyebut akan ada verifikasi lapangan untuk meluruskan laporan BPN.

“Kami bersama KPU dan Bawaslu akan segera turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi, setidaknya seminggu ke depan akan dilakukan, kami juga akan segera tentukan daerah-daerah yang akan disisir,” pungkasnya.

Selain itu tim BPN juga menemukan kecurigaan data lain dimana jumlah lansia di atas 90 tahun jumlahnya mencapai 304.782. Sementara warga di bawah umur 17 tahun yang masuk DPT ditemukan 20.474 orang dan data KK manipulatif di Kabupaten Banyuwangi sebanyak 41.555 KK.

Tinggalkan Balasan