NasionalPolitik

Prabowo: Ledakan Penduduk Bukan Masalah Biasa, Harus Ditangani Serius

Prabowo: Ledakan Penduduk Bukan Masalah Biasa, Harus Ditangani Serius (kanalutama.com)Prabowo: Ledakan Penduduk Bukan Masalah Biasa, Harus Ditangani Serius

Calon Presiden Prabowo Subianto mengatakan, ledakan penduduk yang bakal terjadi di 2030, bukanlah masalah biasa. Menurut Prabowo, penambahan jumlah penduduk harus ditangani serius, terlebih menyangkut bidang kesehatan.

Hal tersebut dikatakan Prabowo, saat menghadiri dialog bersama para apoteker, bidan, dokter, perawat, dan ratusan tenaga kesehatan dan medis di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).

“Ini harus kita bicarakan, kita tidak boleh anggap ini masalah biasa (ledakan penduduk),” kata calon presiden nomor urut 02.

“Kenapa? kalau ada pertambahan penduduk, katakanlah sekarang 1,3% setiap tahun atau 1,5%, yang jelas kalau ada tambahan 3 juta manusia Indonesia baru setiap tahun ini beban untuk Rumah Sakit kita, ini beban untuk komunitas kesehatan kita, ini beban untuk negara,” lanjutnya.

Prabowo dialog bersama para apoteker, bidan, dokter, perawat, dan ratusan tenaga kesehatan dan medis di Hotel Bidakara (kanalutama.com)
Prabowo dialog bersama para apoteker, bidan, dokter, perawat, dan ratusan tenaga kesehatan dan medis di Hotel Bidakara

Sehingga, Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini menawarkan solusi dengan perbaikan pengelolaan kekayaan negara, yang selama ini dianggapnya digarap oleh pihak asing.

“Inti masalah Indonesia adalah bahwa kekayaan Indonesia tidak tinggal di Indonesia Ini masalahnya. Jadi kalau saudara-saudara mengatakan kurang defisit BPJS, kalau tidak salah 20 T, kalau saya mengatakan 20 triliun, kalau saya memimpin pemerintahan saya anggap itu masalah kecil 20 triliun itu,” jelas Prabowo.

Sebelumnya, Ketua IDI Daeng M.Faqih menyampaikan, dengan adanya ledakan penduduk tantangan dibidang kesehatan makin tahun semakin berat.

Daeng menambahkan, di sisi lain bisa menjadi sumber daya manusia yang baik, tetapi juga bisa menjadi beban bangsa.

“Ada banyak penduduk di usia produktif. Akan tetapi penduduk di usia produktif ini bisa menjadi sumber daya manusia yang baik, mendorong kemajuan bangsa atau sebaliknya menjadi beban bangsa,” kata Daeng dalam sambutannya.

Adapun, dialog bersama Capres Petahana dan Prabowo Subianto tersebut, diprakarsai oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), serta Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI).