NasionalPolitik

Gerindra: Prabowo Pegang Prinsip Jujur, Petahana Sulit Berkata Jujur

Gerindra: Prabowo Pegang Prinsip Jujur, Petahana Sulit Berkata Jujur

Debat kedua pilpres 2019 telah usai, dalam penampilannya kedua capres semakin memperjelas karakter masing-masing kandidat. Jika capres Petahana sulit berkata jujur, lain halnya dengan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang tampil bersahaja dan memegang prinsip kejujuran.

Hal tersebut dikatakan oleh Politikus Partai Gerindra, Moh Nizar Zahro.

“Bisa disimpulkan capres 01 menghalalkan segala cara. Sedangkan capres 02 tampil bersahaja memegang prinsip kejujuran,” kata Nizar ketika dihubungi, Senin, (18/2).

“Capres 01 begitu lihai memanipulasi data. Misalnya soal kebakaran hutan. Jokowi mengklaim selama tiga tahun pemerintahannya tidak ada kebakaran hutan dan gambut,” lanjut Nizar.

Menurutnya, klaim tersebut langsung dibantah oleh Greenpeace Indonesia yang mencuit di Twitter bahwa semenjak kejadian hebat 2015, kebakaran terus berlanjut sampai sekarang. Menurut data, dari 2016-2018, setidaknya ada 30.000 hektar hutan yang terbakar.

Bahkan, ketua DPP Gerindra ini mencatat selama debat berlangsung, setidaknya ada 11 kebohongan yang disampaikan oleh Capres Petahana. Dari soal impor jagung, impor beras, infrastrukur internet, alih fungsi bekas galian menjadi kolam ikan, sampai klaim sudah membangun 191.000 Km jalan desa.

Gerindra: Prabowo Pegang Prinsip Jujur, Petahana Sulit Berkata Jujur (kanalutama.com)
Gerindra: Prabowo Pegang Prinsip Jujur, Petahana Sulit Berkata Jujur

“Semuanya dibumbui dengan data-data bodong. Melihat begitu banyaknya data bodong yang diumbar, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa selama ini capres 01 sudah berkelindan dengan kebohongan,” tutur Nizar.

Anggota Komisi X DPR ini melanjutkan, mengacu dari beberapa data koreksi yang dibuka Greenpeace Indonesia maupun sejumlah media nasional, sulit bagi Petahana untuk mengelak bahwa semalam dirinya sudah membohongi seluruh rakyat Indonesia.

Sementara itu, Capres 02 tampil apa adanya. Meski, Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini memang lebih minim data dibanding Petahana. Tetapi, paparannya penuh dengan komitmen kebangsaan, sekaligus kata-katanya sangat kuat sebagai janji untuk memajukan bangsa dan negara serta memupus dominasi asing.