NasionalPolitik

Debat Soal Maritim, Prabowo Lebih Pentingkan Nasib Para Nelayan Kecil

Debat Soal Maritim, Prabowo Lebih Pentingkan Nasib Para Nelayan Kecil (kanalutama.com)Debat Soal Maritim, Prabowo Lebih Pentingkan Nasib Para Nelayan Kecil

Pada debat kedua capres 2019 memberikan kesempatan kepada pasangan calon presiden, Joko Widodo dan Prabowo Subianto untuk bertarung bebas. Salah satu tema yang dibahas di debat kedua yaitu mengenai roadmap mengelola sumber daya maritim untuk mewujudkan kemakmuran.

Capres petahana mengatakan, laut adalah masa depan ekonomi negara Indonesia. Ia lantas membanggakan kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan asing.

Kemudian, dia juga menilai, tambang minyak tengah laut dapat dimanfaatkan oleh rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan. Selain itu, perlu ke depan infrastruktur berkaitan dengan laut. Misalnya soal tol laut.

Namun, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto memiliki pandangan yang berbeda dengan program petahana. Dia lebih mementingkan kepada nasib para nelayan. Menurut Prabowo, banyak kebijakan yang justru memperberat kesejahteraan nelayan.

“Yang jadi masalah sekarang adalah, para nelayan miskin itu tidak punya akses kepada teknologi tidak punya akses kepada kapal, akses kepada modal dan dibatasi oleh peraturan yang sangat membatasi kemampuan nelayan kecil untuk melaut dan untuk melaksanakan pekerjaannya,” ungkap Prabowo.

Debat Soal Maritim, Prabowo Lebih Pentingkan Nasib Para Nelayan Kecil (kanalutama.com)
Debat Soal Maritim, Prabowo Lebih Pentingkan Nasib Para Nelayan Kecil

Mantan Danjen Kopassus ini pun menawarkan program alternatif. Dia ingin ada BUMN yang khusus memikirkan di bidang laut.

“Kami akan membuat BUMN-BUMN khusus di bidang laut dan di bidang perikanan. Nelayan-nelayan dilatih dengan teknologi tepat, diberikan akses alat, kapal, modal, diberikan prasarana, pengalaman dan pemasaran dibantu pemerintah, jadi kita ingin mengendalikan, memberdayakan nelayan miskin untuk bisa hidup dengan layak,” jelas Prabowo.

Prabowo melanjutkan, apa yang dikatakan adalah jeritan hati nelayan selama ini yang ditemui saat kampanye di sejumlah daerah. Ia melihat, masih banyak nelayan yang kesulitan mencari ikan sebab aturan pemerintah.

“Saya hanya menyampaikan apa yang saya tangkap dalam keliling ke daerah, memang nelayan yang paling miskin itu yang sekarang masih mengalami sangat berat kehidupan mereka pak, jadi mungkin laporan ke bapak laporan bagus-bagus. Tapi biasanya di republik ini biasa pak kita sudah lama jadi warga negara, laporan bagus ternyata tidak sebagus apa yang dilaporkan ke bapak. Terima kasih,” tutur Prabowo.

Namun demikian, Prabowo menggarisbawahi, antara dirinya dan petahana memiliki cara pandang yang berbeda mengenai maritim. Bagi Prabowo, yang jadi persoalan pelabuhan di bawah pemerintahan petahana, operasionalnya diserahkan ke asing ini jelas kurang tepat sebagai strategi dan bisa menjadi masalah bagi bangsa.