NasionalPolitik

Elegan, Prabowo Tanyakan Mahalnya Proyek LRT Di Debat Kedua Pilpres

Elegan, Prabowo Tanyakan Mahalnya Proyek LRT Di Debat Kedua Pilpres (kanalutama.com)Elegan, Prabowo Tanyakan Mahalnya Proyek LRT Di Debat Kedua Pilpres

Pada debat kedua Pilpres 2019 nanti, Prabowo Subianto, calon presiden nomor urut 02 kemungkinan besar akan menanyakan kepada kubu Petahana mengenai mahalnya Proyek Infrastruktur Light Rail Transit (LRT) yang menelan biaya besar. Meski demikian, Prabowo bakal mengajukan pertanyaan secara elegan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said saat jumpa pers update persiapan kedua di Jalan Sriwijaya I No 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019).

“Saya menangkap nuansa Pak Prabowo itu sangat menjaga kesantunan, etika dan tegas. Beliau seorang perwira tinggi, seorang diplomat senior, negarawan, jadi mungkin akan ditanya (LRT),” ujar Sudirman.

Menurut Mantan Menteri ESDM itu, masalah tersebut sudah diketahui masyarakat. Oleh sebab itu, tanpa Prabowo bertanya mengenai LRT, masyarakat sudah paham. Namun, Sudirman menyerahkan ke Prabowo akan mengkonfirmasi hal tersebut atau tidak.

“Tapi saya kira tanpa ditanya Pak Prabowo, masyarakat sudah tau,” jelasnya.

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) (kanalutama.com)
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK)

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pernah menyampaikan kritik terhadap sejumlah proyek infrastruktur yang tengah gencar dibangun pada era pemerintahan era Petahana. Salah satunya mengenai proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT).

Saat itu, JK menyinggung kondisi LRT Palembang yang kini hanya menjadi ajang coba-coba para turis lokal yang datang. JK juga menyinggung proyek pembangunan kereta api Trans Sulawesi dari Makassar ke Manado. Menurut JK, proyek tersebut tidak efisien, lantaran tidak ada yang menaiki transportasi tersebut.

Kemudian, JK juga mengkritik pembangunan LRT Jabodetabek yang menelan biaya hingga Rp 500 miliar per kilometernya (km). Menurutnya, pembangunan LRT dengan skema elevated (layang) dinilai kurang efektif.

“Saya kasih contoh, membangun LRT ke arah Bogor dengan elevated (jalur layang). Buat apa elevated kalau hanya berada di samping jalan tol?” tanya JK.

Terkait mahalnya proyek LRT, Prabowo akan menanyakan kepada Petahana secara elegan. Begitu pun dengan masyarakat juga ingin mendapatkan penjelasan mengenai hal tersebut.