NasionalPolitik

Prabowo: Soal Anggaran Negara Bocor Ternyata Sesuai Dengan Kritikan JK

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno (kanalutama.com)Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno

Tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kembali menyinggung mengenai kritikan Wapres Jusuf Kalla (JK). JK pernah mengkritik soal LRT Jabodetabek yang dibangun di atas jalan tol yang biayanya jadi lebih mahal, sehingga menyebabkan kebocoran anggaran negara.

Ketua Umum Partai Gerindra itu lantas berbicara mengenai pengelolaan pemerintah yang menurutnya kurang baik. Ia menduga ada kebocoran anggaran negara karena adanya mark up pada proyek-proyek.

“Saya hitung dan saya sudah tulis di buku, kebocoran dari anggaran rata-rata, taksiran saya mungkin lebih, sebetulnya 25% taksiran saya anggaran bocor. Bocornya macam-macam,” ujar Prabowo saat berpidato dalam HUT ke-20 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di hall Sports Mall, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/2/2019).

Menurut perhitungan Prabowo, anggaran negara yang ‘bocor’ mencapai Rp 500 triliun. Dia pun menuturkan anggaran sebesar itu bisa untuk membangun industri besar di Tanah Air.

“Kalau anggaran kita yang sudah disepakati 200 miliar dolar, kalau kebocoran tadi 25%, artinya yang hilang… hampir Rp 500 triliun yang bocor. Bayangkan dengan uang ini kalau dipakai untuk kesejahteraan dan ekonomi. Kita bayangkan apa yang bisa dibuat. Saya bicara dengan pakar industri, dengan tadi 50 miliar dollar kurang-lebih kita bisa gabung 200 pabrik sehingga kota bisa ciptakan produk terbaik Indonesia,” ungkapnya.

Prabowo: Soal Anggaran Negara Bocor Ternyata Sesuai Dengan Kritikan JK (kanalutama.com)
Prabowo: Soal Anggaran Negara Bocor Ternyata Sesuai Dengan Kritikan JK

Adapun, kritikan Kubu Prabowo-Sandiaga Uno yang disampaikan Prabowo karena adanya kritikan kepada pemerintah dari pihak internal. JK pernah mengkritik soal LRT Jabodetabek yang dibangun di atas jalan tol sehingga biayanya jadi lebih mahal.

“Kalau yang soal mark up ini kayaknya nggak bisa pakai data lagi. Itu sudah jadi rahasia umum menurut saya. Sampai-sampai Wakil Presiden memberi komentar pembiayaan LRT yang 1 km itu sampai Rp 500 miliar itu sangat mahal. Kan Pak JK ini memang orang yang berkecimpung di bidang itu,” tutur politikus Gerindra Muhammad Syafii di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/2).

“Jadi kalau dia (JK) secara internal yang duduk sebagai wapres sudah berkomentar seperti itu, saya kira memang ini bukan perlu data lagi. Itu memang sudah menjadi rahasia umum,” lanjutnya.

Hal serupa juga disampaikan juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Faldo Maldini. Hal tersebut ia singgung untuk menanggapi tantangan Petahana kepada Prabowo untuk melaporkan tuduhannya ke KPK dengan membawa bukti adanya kebocoran anggaran.

“Pak JK saja kritik itu LRT kemahalan, kok Rp 500 miliar per kilometer. Beliau bilang jangan asal-asal bangun saja. Harusnya kalau ikut cara pandang Pak Petahana, Pak JK langsung saja laporkan ke KPK saja. Jadi yang bicara masalah kebocoran dan mark up itu bukan hanya dari pihak BPN 02, tetapi dari pihak pemerintah yang kritis juga banyak,” jelas Faldo.

Sebenarnya bukan kali ini saja kritik JK dijadikan ‘peluru’ oleh kubu Prabowo-Sandiaga. Sebelumnya, kritik JK soal pembangunan jalur kereta Trans Sulawesi juga dijadikan momen bagi calon wakil presiden, Sandiaga Uno untuk ‘menembak’ kubu petahana.

“Ya kita lihat di dalam pemerintahan saja saling mengkritik, apalagi masyarakat. Masyarakat menginginkan infrastruktur itu bisa membuka peluang lapangan kerja untuk mereka dan juga meningkatkan konektivitas dan menurunkan biaya untuk mereka. Infrastruktur itu harus mampu menjawab hajat hidup orang banyak, misalnya seperti itu,” ujar Sandiaga di Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (24/1).

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno (kanalutama.com)
Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno

Adapun, kritikan soal LRT Jabodetabek disampaikan JK di Hotel Kempinski, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (22/1). Ia mempertanyakan LRT yang dibangun di atas jalan tol sehingga membuat harganya menjadi 10 kali lebih besar dari pembangunan LRT jika berada di bawah.

“Saya minta maaf beberapa minggu lalu saya menyampaikan kenapa kita membikin LRT di atas jalan tol, kenapa semahal itu? Harus memahami, bahwa kenapa tetap harus membikin LRT di atas jalan tol, terus kenapa kita membikinnya elevated?” tanya JK.

“Biayanya 10 kali lipat dibanding kalau di bawah. Ini rekomendasi Menhub bahwa kalau mau bikin bawah 10 kali lipat lebih murah,” lanjutnya.

Dengan demikian, apa yang dikatakan Prabowo soal kebocoran anggaran negara ternyata sama dengan kritikan yang disampaikan JK. Jadi, Prabowo berbicara berdasarkan fakta yang ada dan dibenarkan dengan kritikan JK.

Tinggalkan Balasan