NasionalPolitik

Hadiri Acara Deklarasi APTSI, Prabowo Bangga Ternyata Kaum Intelektual Mau Berjuang Untuk Perubahan

Hadiri Acara Deklarasi APTSI, Prabowo Bangga Ternyata Kaum Intelektual Mau Berjuang Untuk Perubahan

Acara deklarasi ribuan alumni perguruan tinggi seluruh Indonesia (APTSI) untuk pemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno diselenggarakan di Padepokan Silat TMII, Jakarta Timur, Sabtu 26 Januari 2019. Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto meminta para alumni perguruan tinggi seluruh Indonesia berjuang bersama dengan mengawal tempat pemungutan suara (TPS) saat Pemilu 17 April 2019 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat acara deklarasi ribuan alumni perguruan tinggi seluruh Indonesia untuk pemenangan pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Padepokan Silat TMII, Jakarta Timur, Sabtu 26 Januari 2019.

“Tinggal 85 hari lagi. Kalau kita ingin Indonesia menang, kita harus menang di semua TPS. Dan satu-satunya jalan, kita semua harus turun ke bawah, turun ke RT dan RW. Hari ini hadir 4.400 perwakilan alumni. Kalau saudara ambil bagian masing-masing satu TPS, mengambil tanggung jawab moral, berarti kita sudah punya pengawas di 4.400 TPS,” ujar Prabowo.

Diakui Prabowo, jika dia merasa bahagia hadir di tengah-tengah gelombang perubahan Indonesia yang dimotori kaum intelektual. Prabowo bangga ternyata kaum intelektual mau berjuang bersama untuk perubahan bangsa yang lebih baik.

Hadiri Acara Deklarasi APTSI, Prabowo Bangga Ternyata Kaum Intelektual Mau Berjuang Untuk Perubahan
Hadiri Acara Deklarasi APTSI, Prabowo Bangga Ternyata Kaum Intelektual Mau Berjuang Untuk Perubahan

“Saya hari ini mendapat dorongan besar. Kenapa? Terus terang saja, beberapa tahun ini saya prihatin melihat kaum intelektual Indonesia seolah diam di tengah ketidakadilan. Tapi hari ini mereka bertekad untuk ambil bagian dalam gerakan politik, memberikan dukungan bagi perjuangan politik,” tutur Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus itu menambahkan, dirinya sangat peduli terhadap kondisi masyarakat meski berlatar belakang militer. Dalam berbagai kunjungan ke berbagai daerah, Prabowo kerap melihat bagaimana bobroknya perekonomian rakyat.

“Memang saya prajurit, tapi banyak yang tidak sadar bahwa tentara Indonesia adalah tentara rakyat. Kalau rakyat susah, kita yang pertama kali rasakan kesusahannya. Walaupun pendidikan saya tentara, saya sangat mengerti pentingnya ekonomi, pangan, bagi kedaulatan dan kemerdekaan,” ungkap Prabowo.

Sementara itu, rasa bangga tidak hanya bagi Prabowo, tetapi bagi kita semua. Karena ternyata masyarakat banyak yang menginginkan perubahan untuk menjadi Indonesia yang lebih baik. Indonesia yang Aman, Adil dan Makmur untuk semua.