NasionalPolitik

Peneliti: Pencoretan Dua Nama Panelis Debat Pilpres Bukti KPU Tidak Profesional

Peneliti: Pencoretan Dua Nama Panelis Debat Pilpres Bukti KPU Tidak Profesional

Pencoretan dua nama panelis debat Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sangat disayangkan banyak pihak. Dua nama tersebut yaitu, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto (BW) dan Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Adnan Topan Husodo.

Pencoretan tersebut juga mendapat tanggapan dari Peneliti Indonesian Legal Rountable (ILR), Erwin Natosmal Oemar bahkan menyebut pencoretan itu sebagai cermin sikap tidak profesional Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Saya melihat KPU sekarang tidak bekerja profesional dan tidak punya karakter yang jelas,” katanya, Minggu (6/1).

Keputusan KPU mencoret dua nama tersebut juga sangat disayangkan Peneliti Indonesian Legal Rountable (ILR) ini. Karena, menurutnya baik BW maupun Adnan mempunyai catatan hukum dan antikorupsi yang mumpuni untuk dijadikan materi debat.

“Sebenarnya, banyak catatan hukum dan antikorupsi yang bisa diambil dari mereka berdua,” lanjut Erwin.

Peneliti Indonesian Legal Rountable (ILR), Erwin Natosmal Oemar
Peneliti Indonesian Legal Rountable (ILR), Erwin Natosmal Oemar

Atas sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini, kemudian Erwin mendesak KPU meminta maaf kepada BW dan Adnan yang sudah dirugikan.

“Tindakan semacam ini merendahkan profesionalitas dan merugikan kedua orang tersebut,” pungkas Erwin.

Sebelumnya, pihak BPN Prabowo-Sandi juga menyesalkan mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto (BW) dan koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Adnan Topan Husodo merupakan dua nama yang dicoret KPU dalam daftar panelis debat 2019. Sebuah sikap tidak profesional KPU yang sedang dipertontonkan kepada masyarakat.