NasionalPolitik

Ini Perhatian Khusus Capres Prabowo Terhadap Penanganan Bencana

Ini Perhatian Khusus Capres Prabowo Terhadap Penanganan Bencana

Belum lama ini Indonesia kembali dilanda bencana tsunami kali ini di selat Sunda. Tidak bisa dipungkiri bahwa Indonesia adalah negara yang rawan bencana. Karena posisi Indonesia dikepung oleh tiga  lempeng tektonik dunia yakni Lempeng Indo-Australian, Eurasia dan Lempeng Pasific. Indonesia juga berdada pada Pasific Ring Of Fire (cincin api).

Terkait bencana yang belakangan ini melanda beberapa wilayah di Indonesia, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan (BPN) Nasional Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menyoroti masalah bencana tersebut. Dia juga tidak menampik bahwa Indonesia adalah negara rawan bencana.

“Pantai kita panjang sekali. Kita tinggal di ring of fire. Jadi pada prinsipnya memang kita daerah bencana. Daerah yang rapuh terhadap bencana,” ujar Dahnil di media center Prabowo-Sandi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (31/12/2018).

Tetapi, dalam penanganan bencana, Dahnil menyayangkan pemerintah menghadapi masalah yang terus berulang. Bahkan, “profesionalisme dari lembaga terkait misalnya BMKG masih perlu dievaluasi. Khususnya dalam menginformasikan adanya bencana yang kadang keliru,” kata mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan (BPN) Nasional Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan (BPN) Nasional Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak

Menurut Dahnil, saat ini kekuatan penanganan bencana di Indonesia terletak pada kekuatan solidaritas masyarakatnya dibanding petugas resmi. Contohnya kelompok masyarakat seperti NU, Muhammadiyah, dompet dhuafa, Aksi Cepat Tanggap dan Front Pembela Islam (FPI).

“Jadi ini yang turun duluan lebih cepat. Solidaritas, kohesifitas sosial, empati, simpati, ini jadi modal kita dalam penanganan bencana. Tapi kan itu bukan Mandatory buat mereka. Buat warga negara seperti FPI dan lembaga lain, itu bukan Mandatory sebenarnya,” jelas Dahnil.

“Siapa yang punya Mandatory itu? Mandatory menangani bencana adalah negara. Tapi negara seringkali salah bahkan melakukan mitigasi,” lanjutnya.

Dahnil juga menegaskan, saat ini alat mitigasi bencana yakni early warning system rusak dan tidak bisa dibeli pemerintah.

“Baru kemarin Kepala BMKG ngaku dia ngajuin tapi kemudian ditolak, artinya sejak awal kita tidak peduli dengan (bencana) ini,” tegasnya.

Ini Perhatian Khusus Capres Prabowo Terhadap Penanganan Bencana
Ini Perhatian Khusus Capres Prabowo Terhadap Penanganan Bencana

Karena itu, bagi Prabowo penanganan bencana akan menjadi perhatian khusus. Ketua Umum Partai Gerindra itu akan memaksimalkan anggaran kebencanaan. Kemudian, akan mendorong literasi kebencanaan kepada masyarakat supaya lebih tanggap dan mengetahui apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana.

“Lebih teknis Pak Prabowo ingin mendorong kementerian khusus terkait kebencanaan. Ada contohnya beberapa negara yang terkait dengan ini, Rusia, beberapa negara lain itu terkait dengan kebencanaan. Itu diharapkan,” pungkas Dahnil Anzar.

Karena bencana adalah masalah nyawa dan dengan melihat kenyataan pemerintah saat ini, maka calon Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap penanganan bencana. Bahkan mendorong adanya kementerian khusus terkait bencana.