NasionalPolitik

Lewat Akun Twitter, Inilah Saran Fahri Hamzah Kepada Kedua Pasangan Capres Dan Cawapres Di Pilpres 2019

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menanggapi dingin berbagai kontroversi hingga kabar perusakan atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau pada Sabtu (15/12/2008) lalu. Melalui akun twitter @Fahrihamzah, Senin (17/12/2018), ia memberikan saran kepada kubu petahana Presiden Joko Widodo maupun kubu penantang, yakni Prabowo Subianto.

Dalam statusnya, Fahri  Hamzah  menuliskan pesan kepada kedua kubu dengan inisial, yakni J-M untuk kubu Joko Widodo-Maruf Amin dan P-S untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Kepada Jokowi, Fahri Hamzah mengingatkan agar menjaga iklim demokrasi tetap kondusif. Salah satu caranya adalah memenuhi janji dan terus bekerja di pengujung masa kepemimpinan Jokowi-Jusuf Kalla periode 2014-2019.

Bukan sebaliknya, kubu Jokowi justru menyerang pribadi sosok calon presiden (capres) Prabowo Subianto melalui keluarga, keislaman, gaya bicara, sampai masa lalu Prabowo Subianto yang diketahui merupakan mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Saat Tragedi 1998,  Prabowo Subianto dituduh sebagai dalang penculikan beberapa mahasiswa.

Tetapi, berbanding terbalik dengan kubu Jokowi-Maruf Amin, Fahri Hamzah hanya memberikan saran sederhana kepada kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ia hanya menyebutkan supaya kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menjaga secara baik Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam Pemiihan Presiden (Pilpres) maupu Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Lewat Akun Twitter, Inilah Saran Fahri Hamzah Kepada Kedua Pasangan Capres Dan Cawapres Di Pilpres 2019
Lewat Akun Twitter, Inilah Saran Fahri Hamzah Kepada Kedua Pasangan Capres Dan Cawapres Di Pilpres 2019

“Saran kepada Tim J-M: Kalau mau menang tunjukin aja bahwa kalian memang memenuhi janji dan terus bekerja, jangan belok dari itu. Menyerang pribadi PS: soal keluarga, keislaman, gaya bicara, masa lalu, dll akan gagal. Saran Kepada Tim P-S: Jaga TPS…,” tegas Fahri Hamzah.

Bukan hanya itu, Fahri Hamzah pun mengingatkan kepada kubu Jokowi supaya memperhatikan salah satu partai pendukungnya yang baru. Partai yang disebutnya sebagai partai fanatik Jokowi itu dinilainya justru menggerus elektabilitas Jokowi lewat beberapa kontroversi.

“Partai baru yg mengasosiasikan diri sebagai pendukung fanatik @jokowi lalu membuat kontroversi kiri kanan itu, jangankan lolos pemilu malah menjadi sebab rusaknya basis pemilih tradisional partai2 pendukung pemerintah dan juga @jokowi sebagai petahana,” kata Fahri Hamzah.

Walaupun partai yang dimaksud tidak disebutkan Fahri Hamzah secara jelas, berdasarkan daftar sembilan partai pendukung Jokowi-Maruf Amin dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merupakan partai termuda dibandingkan lainnya.

Sementara partai pendukung lainnya adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Golongan Karya (Golkar), Nasional Demokrat (NasDem), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Adapun PSI diketahui merupakan partai yang baru pasca-dibentuk pasca Pemilu tahun 2014 dan mendapat legitimasi dari Kementerian Hukum dan HAM pada tanggal 7 Oktober 2016. Partai yang diketuai oleh mantan presenter televisi swasta Grace Natalie itu perdana mengikuti pemilu serentak tahun 2019 dengan nomor urut 11.

Pernyataan beberapa politikus PSI menuai kontroversi, dalam beberapa pekan terakhir. Kontroversi itu antara lain penolakan PSI terhadap Perda syariah maupun Perda Injil, serta melarang Poligami.

politikus PSI Dara A K Nasution
politikus PSI Dara A K Nasution

Dikutip dari Tribunnews.com, alasan PSI melarang ketentuan berpoligami diungkapkan politikus PSI Dara A K Nasution dalam diskusi bertajuk ‘Perempuan dan Politik: Bisakah Poligami di Indonesia Dilarang?’, di Gado-Gado Boplo Satrio, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Sabtu (15/12/2018). Alasannya, lantaran sejak berdiri, PSI merupakan partai perempuan.

“Dari awal beridirinya partai ini memang partai perempuan. Di tingkat DPP 6 dari 9 pengurus DPP adalah perempuan. Di tingkat pengurus 42 persen di seluruh Indonesia adalah perempuan, di tingkat caleg 45 persen, adalah perempuan,” tutur Dara.

Dara menilai larangan poligami yang menjadi komitmen pihaknya tidak melanggar hak asasi manusia (HAM). Karena, praktik poligami yang selama ini terjadi di Indonesia dinilai berujung pada kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan.

“Sedari awal, PSI mengutamakan perempuan di panggung politik. PSI menolak poligami karena praktiknya berujung pada penyengsaraan dan pelarangan tersebut tidak melanggar HAM,” ungkapnya.

Kemudian Dara juga mengatakan, pejabat dan ASN merupakan perwakilan rakyat dan bekerja dengan dibiayai oleh negara. Oleh sebab itu, pelarangan poligami ini harus dimulai dari pejabat publik yang mempunyai wewenang dalam mengeluarkan kebijakan.

“Setelah memulai kultur pelarangan poligami dari internal partai, PSI ingin nantinya mereka dilarang berpoligami. Mereka adalah pejabat negara dan menjadi contoh yang baik bagi masyarakatnya untuk tidak melakukan praktik poligami,” pungkasnya.

Jadi, lewat akun twitter, itulah saran Fahri Hamzah kepada kedua pasangan Capres dan Cawapres di Pilpres 2019 mendatang.