NasionalPolitik

Inilah Alasan Kubu Prabowo-Sandiaga Buka Markas Di Jawa Tengah

Inilah Alasan Kubu Prabowo-Sandiaga Buka Markas Di Jawa Tengah

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi berencana membuka markas di Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Ferry Juliantono, Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi memaparkan alasan membuka markas di wilayah tersebut.

“Pertama provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang pemilihnya besar, kemudian kedua kalau melihat Pilpres 2014 itu pasangan Prabowo-Hatta kan kalah banyak di sana, ketiga provinsi Jawa Tengah memiliki tingkat keunikan dan tingkat kesulitan tersendiri,” papar Ferry saat dihubungi, Selasa (11/12/2018).

Ferry mengatakan, atas dasar pertimbangan itu, provinsi Jawa Tengah dapat menjadi tempat potensial untuk aktivitas Prabowo-Sandi maupun para relawan. Pembukaan markas juga dari pertimbangan sejumlah pimpinan BPN yang berasal dari Jateng.

“Saya sendiri juga kebetulan di Jawa Tengah sama Pak Sudirman Said menjadi calon legislatif Partai Gerindra di Provinsi Jawa Tengah. Saya sendiri juga banyak mengadakan kegiatan di Jawa Tengah,” ujarnya.

Ferry Juliantono, Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi
Ferry Juliantono, Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi

Namun demikian, secara resmi pembangunan markas BPN di Jateng belum diputuskan dan masih tahap perencanaan. Tetapi, kata Ferry, ada sejumlah tempat yang sudah dibidik. Salah satunya kota Solo dengan beberapa pertimbangan.

“Mungkin kota Solo menjadi salah satu tempat untuk badan pemenangan nasional di sana. Dan buka posko deket rumah Pak Jokowi malah,” kata Ferry.

“Kalau posko hampir semua provinsi ada, ini badan pemenangan nasional. Jadi berkantor semua di Jawa Tengah,” lanjutnya.

Politikus Gerindra itu juga menambahkan, saat ini suara Prabowo di Jateng sudah berubah dan tidak kalah telak seperti hasil Pilpres 2014. Lantas, hasil Pilgub 2018 antara Ganjar Pranowo dan Sudirman Said juga tidak terpaut jauh. Oleh sebab itu, Ferry yakin, mitos Jawa Tengah sebagai ‘kandang banteng’ dapat terpatahkan.

“Kecuali kalau Ganjar Pranowo menangnya 70 sampai 80 persen itu baru disebut kandang banteng, tapi kalo ini kan tidak menangnya tipis. Pertimbangannya salah satunya adalah referensi tentang Pilpres 2014, kemudian juga Pilgub 2018. Jadi sebenarnya bukan kandang Banteng,” ujarnya.

Tak Tertinggal Jauh

Ferry mengatakan, apalagi peserta Reuni Akbar 212 banyak yang berasal Jawa Tengah. “Jadi banyak rakyat Jawa Tengah yang ingin perubahan juga,” katanya.

Sandiaga Uno saat berkunjung ke Pecinan Gabahan Semarang, Jawa Tengah
Sandiaga Uno saat berkunjung ke Pecinan Gabahan Semarang, Jawa Tengah

Sementara mengenai target, Ferry tidak mau muluk-muluk. Tetapi, pihaknya akan berusaha maksimal agar hasil Pilpres Prabowo di Jateng tidak tertinggal jauh oleh Jokowi.

“Kami juga harus menyadari bahwa kita punya target realistis minimal kita bisa memperkecil ya terpaut sedikit lah bisa mengimbangi Pak Jokowi, syukur kalau bisa menang,” ujar Ferry.

Lebih lanjut, jika PDI Perjuangan tetap memasang target tinggi untuk kemenangan Jokowi di Jateng, Ferry menanggapi santai. Dirinya tetap berpegang pada hasil Pilgub Jateng lalu dan perkembangan politik yang sudah berubah.

“Ah dari dulu juga waktu Pilgub ngomongnya 80%, buktinya 50 sekian persen. Jadi karena memang Pilpresnya cuma dua pasang. Jadi Jawa tengah menjadi salah satu provinsi di pulau Jawa yang penting selain Jawa Timur, Jawa Barat,” ujar Ferry.

“Tapi pertimbangan kami di Solo karena kami bisa juga membantu pergerakan yang di Jawa Timur dan juga sebagainya. Ini penting untuk memenangkan suara di provinsi Jawa Tengah,” pungkasnya.

Jadi, itulah alasan mengapa kubu Prabowo-Sandiaga membuka markas di Jawa Tengah.