NasionalPolitik

Laporan ‘Tampang Boyolali’ Dihentikan, Gerindra: Alhamdulillah, Dari Awal Prabowo Tidak Ada Niat Menghina

Laporan 'Tampang Boyolali' Dihentikan, Gerindra: Alhamdulillah, Bawaslu Objektif Dan Profesional

Bawaslu menghentikan laporan terkait ucapan ‘tampang Boyolali’ yang pernah disampaikan Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. Gerindra bersyukur atas keputusan tersebut dan menegaskan bahwa sejak awal Prabowo tidak ada niat untuk menghina.

“Kita syukur Alhamdulillah bahwa kan memang dari awal kan tak ada keinginan Pak Parbowo melakukan pelanggaran maupun penghinaan terhadap masyarakat Boyolali,” kata anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade saat dihubungi, Kamis (29/11/2018) malam.

Andre menilai keputusan Bawaslu tersebut sudah objektif. Andre pun menyebut Bawaslu profesional.

“Saya rasa yang dilakukan bawaslu sudah objektif, kita bersyukur saja Alhamdulillah Bawaslu bisa objektif profesional memutus Pak Prabowo tak bersalah di kasus tampang boyolali dan tak dilanjutkan. Karena memang dari awal Pak Prabowo tak punya niat dan maksud menghina masyarakat Boyolali,” jelas Andre.

Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade
Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade

Bawaslu menghentikan laporan oleh Barisan Advokat Indonesia (BADI) terkait pidato ‘tampang Boyolali’. Pidato tersebut dilaporkan lantaran dituduh mengandung penghinaan dan SARA.

Padahal, sebelum laporan ini Prabowo sudah meminta maaf atas ucapannya tersebut. Permintaan maaf disampaikan Prabowo melalui sebuah video yang di-posting oleh Koordinator Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, Selasa (6/11/2018).

Kemudian oleh Bawaslu laporan BADI dihentikan. Lantaran Bawaslu menilai pernyataan tersebut tidak masuk dalam kegiatan kampanye.

Sementara itu anggota Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo mengatakan, “Pernyataan ‘tampang Boyolali’ tidak dalam kegiatan kampanye tapi dalam kegiatan peresmian posko pemenangan paslon 02 di Kabupaten Boyolali. Peserta yang hadir kader partai pengusung paslon 02,” ujar Ratna, Kamis (29/11/2018).

Ratna juga mengatakan pernyataan Prabowo tersebut tidak masuk dalam bentuk penghinaan dalam kegiatan kampanye. Menurutnya, Bawaslu sudah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan terlapor dalam mengambil keputusan.