NasionalPilpres 2019Politik

“Prabowo-Sandiaga uno” Pemimpin Rendah Hati, Anti Tipu-Tipu

Permintaan maaf yang dikemukanan Capres Prabowo Subianto dan Cawapres Sandiaga Uno selama kampanye Pilpres 2019 menjadi sorotan . dikarenakan Prabowo sudah dua kali minta maaf dan Sandiaga satu kali minta maaf selama kurang dua bulan kampanye.

mengomentari hal itu, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak justru menyinggung Capres 01 Jokowi yang tak pernah mau minta maaf.

Dahnil berpendapat, Jokowi beserta  para pendukungnya terus menerus menyebar  kabar hoaks. Hoaks dimaksud terkait klaim prestasi Jokowi selama empat tahun menjadi presiden Indonesia.

“Hari ini politik kita dipenuhi dengan keangkuhan tanpa ada sikap rendah hati untuk meminta maaf, setiap kesalahan yang dilakukan justru dengan angkuh melakukan pembenaran bahkan kebohongan-kebohongan,” ujar  Dahnil melalui keterangannya, Rabu (14/11).

Dahnil juga kembali mengungkit  janji kampanye Jokowi  ketika pilpres 2014 lalu, diantaranya mengenai  anggota  kabinet yang tidak akan diangkat dari kalangan partai politik. Namun pada kenyataannya, Jokowi malah  mengangkat beberapa menteri dari petinggi parpol dan bahkan  tidak merasa telah berbohong atas janji kampanyenya tersebut.

Dahnil seraya membandingkan sikap pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi yang menurutnya berani meminta maaf apabila melakukan kesalahan atau kekeliruan.

“Mulai dari kebohongan akan tidak bagi-bagi kursi, kabinet ramping, bohong tidak akan menaikkan harga BBM, bohong tidak akan impor, bohong terkait mobil nasional esemka. Salah dikit Prabowo-Sandi minta maaf, Jokowi ingkar janji malah minta dipilih lagi,” Ujar Dahnil .

Dan  Dahnil juga menyayangkan pernyataan Pihak Jokowi bahwa hanya orang yang buta dan budek yang mengkritisi kinerjanya. Padahal, Jokowi  telah  terang-terangan membohongi rakyat terkait janji kampanye dan tidak ada permintaan maaf sama sekali.

“Keangkuhan menyebut mereka yang berbeda sikap politik dan mengkritik sebagai orang buta dan budek, yang terkesan menghina saudara-saudara kita yang difabel dan deretan kebohongan lainnya, tidak satu juga kata maaf yang disampaikan yang terjadi justru produksi kebohongan baru dengan penuh keangkuhan,” paparnya.

Dahnil menjelaskan, sejak masa kampanye  Prabowo-Sandi tidak ingin melakukan hal itu, sehingga jika ada kesalahan kecil saja Prabowo dan Sandi dengan rendah hati langsung meminta maaf.

“Karena bagi beliau berdua, kejujuran dan kerendahan hati kepada rakyat penting dihadirkan, karena politik bukan sekedar menang kalah, tapi politik adalah kesempatan untuk menunjukkan keadaban publik yang tinggi,” pungkasnya.

Dikabarkan Prabowo sempat termakan isu hoaks penganiayaan pendukungnya, Ratna Sarumpaet. Prabowo juga bahkan  dianggap menyinggung sebagian pihal dalam pidatonya soal tampang Boyolali. Namun  dia langsung meminta maaf secara ksatria.

Di kesempatan lain,  Sandiaga sempat menuai kecaman saat kejadian  melangkahi makam tokoh NU KH Bisri Syansuri saat ziarah. Sandi pun langsung meminta maaf mengakui telah khilaf.

Manusia terlahir sebagai makhluk yang kerap kali melakukan kesalahan, tetapi manusia yang berjiwa luhur  akan terpanggil  untuk meminta maaf ketika dia melakukan kesalahan. Sehingga meminta maaf dengan meninggalkan ego pribadi adalah suri tauladan yang layak menjadi panutan

Tinggalkan Balasan