NasionalOpiniPilpres 2019

ALASAN KENAPA PRABOWO SERING MENGALAH!

ALASAN KENAPA PRABOWO SERING MENGALAH!

Dulu seringkali tidak paham kenapa Prabowo selalu mengalah padahal fitnah keji oleh media dan orang-orang yang menjadi musuh politiknya serta buzzer jahat seringkali kelewat batas. Apa salah Prabowo? Dia sudah banyak mengalah dan menahan diri namun masih saja di fitnah hingga sekarang. Padahal banyak sudah tauladan dari prabowo yang mengajarkan kita sikap hidup dalam bernegara serta menjadi seorang patriot yang mencintai negaranya.

Bagaimana sosok Prabowo, masih memuliakan orang yang dia besarkan dan berkhianat kepadanya bahkan memberikan hormat terlebih dahulu kepadanya dengan memberikan karpet merah masuk ke rumahnya. Bagaimana Prabowo bersabar meski kemenangannya direbut oleh kecurangan namun masih mengucapkan selamat kepada rivalnya. Bagaimana beliau bereaksi cepat menenangkan kadernya yang marah akibat ajudannya harus tewas muda karena batok tengkoraknya ditembus peluru tanpa alasan yang jelas.

Dan masih banyak lagi , contoh-contoh sikap Prabowo yang lebih mengedepankan kerukunan meski mengalami ketidakadilan. Namun nyatanya hingga sekarang justru Prabowo yang di fitnah sebagai dalang ketidakrukunan, dalang ketidakdamaian, dalang ketidakadilan. Padahal beliau, tidak melakukan apa-apa!! Ya , tidak melakukan apa-apa karena bukan pejabat negara yang memiliki kewenangan namun tetap saja media dan buzzer jahat memfitnahnya. Sementara mereka yang selama ini semena-mena terhadap rakyat, mereka yang korup terhadap uang rakyat bahkan menyerang ulama tidak pernah sama sekali mereka perdulikan.

Betapa beratnya menjadi seorang Prabowo. Fitnah keji sudah merusak kehormatan dan martabatnya. Fitnah keji sudah merusak rumah tangganya. Fitnah keji itu belum berhenti hingga sekarang bahkan lebih keji padahal sudah banyak mengalah dan memberikan tauladan baik kepada negeri ini.

“Becik ketitik, Olo ketoro” begitu nasehat Prabowo. Kebaikan akan menemukan jalannya sendiri dan keburukan akan tampak keasliannya.

Namun setelah membaca tulisan tangan Prabowo tersebut, mulai dipaham bahwa Prabowo sedang mengejar sesuatu yang besar. Sebuah legasi untuk bangsa dan negaranya yaitu menjadikan negaranya sebagai negara yang adil dan makmur namun bermartabat.

ALASAN KENAPA PRABOWO SERING MENGALAH!

Prabowo sadar bahwa untuk mencapai kemakmuran harus terjaga kedamaian. Dan untuk tercapai kedamaian haruslah terjaga kerukunan antar anak bangsa dan tegaknya keadilan. Itu sebabnya meski banyak menerima ketidakadilan namun Prabowo tetap bersabar demi terjaganya kerukunan dan kedamaian antar anak bangsa.

Namun kedamaian saja tidak cukup harus ada keadilan untuk mendatangkan kemakmuran. Dan keadilan itu yang kini hilang dari bangsa ini. Keadilan untuk masyarakat miskin mendapatkan subsidi. Keadilan bagi umat dan ulama yang selalu mendapatkan sikap represif. Keadilan bagi rakyat karena lowongan kerjanya di rampok oleh tenaga kerja asing. Dan masih banyak berderet ketidakadilan yang terjadi di negeri ini.

Semua ini masalah kepemimpinan nasional. Prabowo sadar bahwa untuk menegakkan keadilan adalah dengan menggunakan wewenang yang selama ini diselewengkan oleh oknum-oknum yang selalu menang-menangan. Ketika kepemimpinan lurus dan tegas maka dibawahnya akan mengikuti setelah itu keadilan baru bisa ditegakkan.

Jendral, teruslah berjuang! Kami menaruh harapan besar kepadamu agar bangsa kita menjadi bangsa yang adil , makmur dan bermartabat. Mari bersiap-siap melawan kecurangan, karena kemenangan itu sesungguhnya sudah kita raih sejak lalu.

Text Tulisan Tangan Prabowo:
“Sejarah peradaban manusia mengajarkan kepada kita bahwa tidak pernah mungkin ada kemakmuran tanpa perdamaian. Dan tidak mungkin ada perdamaian tanpa kerukunan dan keadilan. Karena itu, marilah kita memelihara dan memperkuat kerukunan diantara rakyat kita. Dan marilah kita membangun keadilan untuk seluruh bangsa kita, dan dengan demikian kita yakin bahwa kita akan mampu untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan untuk semua. Kita harus menjadi bangsa yang adil , makmur dan bermartabat.”