EkonomiNasionalOpiniPilpres 2019

PRABOWO SUBIANTO: IMPOR MAKANAN BUKANLAH CIRI NEGARA BESAR

PRABOWO SUBIANTO: IMPOR MAKANAN BUKANLAH CIRI NEGARA BESAR

“Tidak ada negara yang bisa berhasil jika bergantung pada impor, apalagi jika harus impor makanan!” Ucap Prabowo Subianto saat menyampaikan pandangannya ketika membuka diskusi yang disiarkan oleh DIGDAYA TV lewat kanal Facebook.

“Syarat paling dasar untuk kemajuan sebuah negara adalah dengan kemampuan swasembada pangan. Jika untuk makanan saja kita masih impor, sama artinya kita membayar tenaga dari petani di negara asal impor tersebut. Sedangkan kita juga punya anak-anak bangsa yang juga mampu untuk menghasilkan barang yang sama. Ini adalah bagian dari bentuk larinya kekayaan kita keluar negeri,” lanjut Prabowo.

“Selain swasembada pangan, hal lain yang harus dihadapi diselesaikan adalah swasembada energi. Setelah itu baru dikembangkan Industri Manufaktur yang dapat menghasilkan kendaraan, alat elektronik, gadget, dan barang-barang lain. Negara kita harus menghasilkan sendiri barang-barang yang vital untuk negara sendiri, sehingga kekayaan kita tidak perlu lari keluar negeri,” lanjut mantan Danjen Kopassus itu.

PRABOWO SUBIANTO: IMPOR MAKANAN BUKANLAH CIRI NEGARA BESAR

Prabowo menganalogikan bahwa, “sebuah negara itu ibarat tubuh manusia. Sedangkan kekayaan negara ibarat darah. Jika aliran darah tidak lancar, maka akan memberi dampak tidak baik. Maka dapat dianalogikan bahwa kekayaan yang lari keluar negeri seperti manusia yang darahnya disedot,” ujar Prabowo menganalogikan.

“Angka kelahiran di Indonesia adalah 5 juta bayi setiap baru. Jumlah itu setara dengan 1 negara Singapura. Artinya setiap tahun ada 5 juta mulut baru (orang) yang harus diberi makan, setiap tahun ada ‘Singapura-Singapura’ baru yang butuh makan. Artinya ini harus dicarikan solusi dengan sebaik-bainya,” tegas Prabowo.

Menurut Prabowo, impor bukanlah ciri dari negara besar. Apalagi impor bahan makanan. Apakah rekan pembaca sekalian sependapat?