Internasional

Dituduh Agen Kremlin, Perempuan Rusia Ditangkap Di Washington

Otoritas berwenang Amerika Serikat (AS) menangkap seorang perempuan Rusia berusia 29 tahun yang tinggal di Washington, DC. Perempuan bernama Maria Butina ini dituduh sebagai agen mata-mata Kremlin.

Departemen Kehakiman AS pada hari Senin waktu Washington mengatakan, Butin didakwa atas tuduhan berkonspirasi dengan bertindak sebagai agen pemerintah Rusia. Menurut departemen tersebut, dia menjadi agen Kremlin ketika mengembangkan hubungan dengan warga Amerika dan kelompok politik infiltrasi.

Perempuan yang tengah studi di American University di Washington itu tercatat sebagai aktivis pro-senjata. Dia adalah pendiri kelompok advokasi pro-senjata “Rusia Right to Bear Arms“.

Butina ditangkap pada hari Minggu. Menurut Departemen Kehakiman AS, dia beroperasi atas arahan pejabat tingkat tinggi yang bekerja untuk Rusia. Dalam halaman facebooknya, Butina sudah muncul dalam banyak foto bersama Alexander Torshin, wakil kepala Bank Sentral Rusia yang oleh Departemen Keuangan AS dijatuhi sanksi pada bulan April.

Dituduh Agen Kremlin, Perempuan Rusia Ditangkap Di Washington

Seseorang sumber yang mengetahui masalah itu mengatakan kepada Reuters, yang dilansir Selasa (17/7/2018), bahwa Butina bekerja untuknya sebagai asisten. Media lain melaporkan ada hubungan bisnis antara Butina dan Torshin.

Sementara Robert Driscoll, seorang pengacara untuk Butina, mengatakan kliennya bukan agen Rusia. Driscoll mengatakan Butin sudah bekerja sama dengan otoritas AS dan sebelumnya secara sukarela muncul di balik pintu tertutup selama delapan jam dengan Komite Intelijen Senat AS. Menurut Driscoll, apartemen Butin diserbu oleh FBI pada bulan April.

“Butina bermaksud untuk membela hak-haknya dengan penuh semangat dan berharap untuk membersihkan namanya,” kata Driscoll.

Adapun penangkapan perempuan muda Rusia ini terjadi menjelang pertemuan Presiden Donald Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Helsinki, hari Senin. Dalam pertemuan itu, Trump menolak menyalahkan Putin atas tuduhan Rusia karena ikut campur dalam pemilihan presiden AS tahun 2016.