HukumNasional

Menag: Rektor Dan Ketua PTKIN Harus Pastikan Kampusnya Bebas Terorisme

Peristiwa tertangkapnya tiga terduga teroris di kampus Universitas Riau (UNRI), serta dua buah bom pipa besi dan bahan peledak triacetone triperoxide (TATP) menjadi perhatian Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.

Menurut Menag, peristiwa tersebut sudah mencoreng eksistensi kampus yang mengemban tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Selaku pembina Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Menag minta para rektor dan ketua untuk memastikan kampusnya tidak menjadi ruang persemaian radikalisme dan terorisme.

“Saya minta setiap rektor dan ketua PTKI benar-benar turun ke bawah untuk menjaga dan memastikan bahwa setiap sudut wilayah civitas akademika terbebas dan bersih dari anasir terorisme,” kata Lukman Hakim Saifuddin tegas di Jakarta, Minggu (3/6/2018).

Menag: Rektor Dan Ketua PTKIN Harus Pastikan Kampusnya Bebas Terorisme

Menag mengatakan, kebebasan akademik kampus harus tetap dan terus terjaga. Tetapi, kampus juga tidak boleh dikotori oleh tindakan terorisme. “Kebebasan kampus sama sekali bukan bermakna bebas lakukan upaya terorisme,” tandasnya.

Sementara Rektor Universitas Riau, Aras Mulyadi mengutuk keras atas kegiatan terduga teroris di kampusnya yang merakit bom. Menurutnya, tindakan itu merupakan kegiatan terlarang di kampusnya.