BisnisEkonomi

PLN Lakukan Sinkronisasi Gas Turbin PLTGU Jawa 2

PT PLN (Persero) melakukan sinkronisasi gas turbin (GT)Pembangkit Listrik Gas Uap (PLTGU) Jawa 2 dengan kapasitas 2×300 megawatt (MW). Sinkronisasi pertama ini akan menjadi penghubung pada sistem jaringan transmisi di DKI Jakarta dan sekitarnya.

“Sinkronisasi ini akan memberikan manfaat besar bagi ketersediaan pasokan listrik di DKI Jakarta khususnya dalam rangka mendukung kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 nanti,” kata Direktur Regional PLN Jawa Bagian Barat Haryanto WS saat meresmikan sinkronisasi gas turbin PLTGU Jawa 2, di Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (10/5/2018).

Menurut Haryanto, selain GT, PLN juga mengoperasikan steam turbin dengan kapasitas 1×200 MW. Proyek PLTGU Jawa 2 sendiri pengerjaannya dilakukan oleh PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) dengan pelaksanaan oleh PLN Unit Pelaksana Proyek Pembangkit Jawa Bagian Barat (UPP PJBB) 2.

Adapun kontrak pembangunan PLTGU Jawa 2 berlaku efektif sejak 23 November 2016 dengan investasi sebesar Rp6,1 triliun. “Keberhasilan sinkronisasi ini menjadi simbol sudah terhubungnya PLTGU Jawa 2 dengan sistem transmisi Jawa Bali,” ucap Haryanto.

Haryanto menjelaskan, untuk gas turbin tersebut terdiri dari empat unit yang terhubung dengan transmisi Jawa-Bali dengan kapasitas daya sebesar 300 MW dan ditargetkan beroperasi pertengahan bulan Juni. “Sementara untuk pasokan listrik dari PLTGU Jawa 2 akan disalurkan kepada sistem jaringan transmisi dan gardu induk PLN,” ujarnya.

PLN Lakukan Sinkronisasi Gas Turbin PLTGU Jawa 2

Haryanto melanjutkan, evakuasi daya yang dihasilkan oleh PLTGU Jawa 2 akan disalurkan melalui GISTET 500 kilo volt (kV) di Tanjung Priok, selanjutnya dari IBT 500 kV/150 kV akan disalurkan ke sistem jaringan 150 kV ke arah GIS 150 kV Priok Timur Baru dan GIS 150 kV Priok Barat.

Kebutuhan gas PLTGU Jawa 2 dipasok dari Nusantara Regas (NR) dengan pemakaian gas sekitar 72,82 BBTU untuk pengoperasian 1 unit GT pada beban 300 MW. “Keberhasilan proyek ini merupakan perwujudan nyata program pemerintah dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 35.000 MW dengan jalur transmisi baru sepanjang 46.000 kilometer sirkit,” ujar Haryanto.

Pada kesempatan sama, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat Robert Aprianto Purba menjelaskan, sinkronisasi gas turbin PLTGU Jawa 2 ini ada empat unit. Unit pertama dijadwalkan mulai beroperasi 10 Juni 2018. “Untuk unit ke dua kami menargetkan beroperasi Juli 2018 dan unit ke tiga beroperasi Mei tahun depan,” kata Robert.

Terkait penyerapan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) PLTGU Jawa 2 sudah mencapai 19,12% dengan target sampai selesai TKDN mencapai 30%. “Kami optimistis hingga proyek selesai TKDN target dapat tercapai,” ucap Robert.

Sementara itu, terkait penyerapan tenaga kerja, imbuhnya, PLTGU Jawa 2 sudah mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1975 orang yang terdiri dari 54 tenaga kerja asing sedangkan 1921 tenaga kerja lokal. “Kami harap pembangkit dapat segera beroperasi untuk mensukseskan program 35.000 MW,” tutur Robert.