Kesehatan

Mengulas Empat Fakta Penting Soal KB Spiral

Salah satu hal yang sering dipikirkan oleh wanita setelah melahirkan adalah segera menggunakan pengaman atau alat kontrasepsi sebagai pengatur jarak kehamilan.

Beragam jenis alat kontrasepsi bisa dipilih. Salah satunya yang cukup populer adalah IUD (Intra Uterin Device) atau biasa disebut sebagai KB spiral.

Spiral ini umumnya dipasang di tengah-tengah rahim wanita. Alat KB ini umumnya berbentuk T, panjangnya kira-kira 3-4 cm, di ujungnya ada benang atau string. Bahan spiral ada yang dilapisi tembaga, ada pula yang dilapisi hormon progesteron.

Proses pemasangannya yang tidak terlalu lama dan mampu bertahan tanpa diganti selama 4 tahun, membuat spiral menjadi pilihan bagi sebagian wanita. Tetapi ada pula yang merasa kurang nyaman dan memilih jenis kontrasepsi yang lain lantaran cara pemasangannya sampai pengaruh saat berhubungan intim dengan pasangan.

Kemudian, seperti apakah jenis KB spiral ini? Berikut ini beberapa ulasan mengenai kontrasepsi spiral dari dr. Dinda Derdameisya, SpOG dari Brawijaya Healthcare saat ditemui di acara Moth3rs.com by Andalan di Restoran Kembang Goela Jakarta Pusat.

1. KB Spiral berlapis tembaga

Dinda menyebut adanya kandungan tembaga dalam kontrasepsi spiral ini efektif dalam mencegah kehamilan. Hal ini karena cara kerja dari kontrasepsi spiral ini akan menghalangi sel sperma untuk naik dan mencapai sel telur.

“Sehingga sperma tidak menempel di dinding rahim” kata Dinda.

2. Pasangnya cepat

Dibanding dengan kontrasepsi implan yang membutuhkan waktu lama, penggunaan kontrasepsi spiral ini hanya memakan waktu sekitar kurang lebih lima belas menit. Meski begitu, kata dia, pemasangan dan pelepasan kontrasepsi ini tidak begitu nyaman bagi para pemakainya.

Di sisi lain, penggunaan kontrasepsi yang tepat adalah saat di akhir masa haid. Lantaran ada darah yang keluar dan mulut rahim sedang terbuka. Hal ini akan memudahkan dalam pemakaiannya dan mengurangi rasa nyeri saat pemakaiannya.

kontrasepsi IUD
Mengulas Empat Fakta Penting Soal KB Spiral

3. Harus kontrol setiap tahunnya

Meski diklaim ampuh mencegah kehamilan sampai 5 tahun, tapi ada baiknya bagi para pengguna kontrasepsi ini melakukan kontrol secara teratur setiap tahunnya. Ini penting¬†untuk mengetahui posisi kontrasepsi itu tidak “nyangkut” di saluran kencing sehingga bisa berakibat terjadinya kebobolan.

“Itu gunanya kontrol setiap tahun apakah posisinya bagus atau tidak, sebab dipasangnya kan di dalam rahim.”

Di saat sprial terlalu lama berada di dalam rahim, bukan tidak mungkin, spiral dapat menempel di dinding rahim dan bisa melekat sampai bermigrasi ke daerah sekitarnya.

“Tapi selama dikontrol teratur per tahun, lokasinya masih di tempat yang benar apa enggak, “ujar Dinda.

4. Keluar darah banyak

Menggunakan IUD juga dapat menyebabkan keluarnya darah yang banyak saat terjadi menstruasi.

“Kalau misalnya menggunakan spiral haidnya bisa jadi lebih banyak, ini lantaran ada benda asing di rahimnya,” jelas Dinda.

Itulah beberapa ulasan mengenai kontrasepsi spiral dari dr. Dinda Derdameisya, SpOG. Semoga dapat bermanfaat.