Pilkada 2018

Pasangan ASRI Fokuskan Pendidikan Di Sumsel

Aswari-Iransyah, Pasangan Calon (paslon) nomor urut 2, mempunyai beberapa program kerja unggulan di pilkada Sumsel 2018. Diantaranya pada bidang pendidikan/ada kartu sumsel cerdas (KSC), Re-Distribusi Guru dan SMK Baru.

Melalui KSC, nantinya siswa mulai dari jenjang sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah atas (SMA) akan menjadi alat penyalur bantuan subsidi dana belajar siswa. Kemudian siswa yang mempunyai KSC, diharapkan dapat lebih semangat lagi bersekolah. Paslon yang diusung oleh Geridra dan PKS ini berharap, melalui KSC dapat menurunkan angka putus sekolah di Sumsel.

Selanjutnya, penyaluran tenaga pendidik yaitu guru yang mempunyai sertifikasi akan dilakukan demi meratanya rasio guru dan murid. Tidak hanya itu jika terpilih, pasangan dengan julukan Asri ini akan menggandeng relawan, untuk membantu mengajar sampai ke pelosok Sumsel.

Menurut Aswari, salah satu agenda penting dalam mewujudkan visi sektor pendidikan adalah bagaimana harus menjawab cepat atas persoalan dunia pendidikan yang kini menampak jelas. Seperti kita ketahui, di tengah Kota Palembang dan kemungkinan masih ada di daerah-daerah lainnya di daerah Sumsel ini terdapat kekurangan guru SD. Jumlahnya pun tidak kecil.

Untuk mendapat data pasti (obyektif), Aswari-Riva`i akan segera mendata secara menyeluruh tentang jumlah lembaga pendidikan dari tingkat SD sampai perguruan tinggi, yang berstatus negeri ataupun swasta.

Pasangan ASRI Fokuskan Pendidikan Di Sumsel

Di samping itu, harus didata bagaimana sumber dayanya, yakni para insan pendidiknya (guru), bahkan jumlah aparat pendukungnya, yang bersifat melekat seperti tenaga administrarif, juga seluruh pegawai yang berada di lingkungan birokrasi. Semuanya satu paket dan tidak boleh pilih kasih perlakuan kebijakannya.

Terkait kekurangan guru, Aswari berkomitmen kuat untuk segera mengisi. Dalam hal ini, akan diatur sedemikian rupa sistem redistribusi guru. Tidak boleh terjadi penumpukan jumlah guru di satu daerah tertentu, sementara di beberapa titik daerah lain justru terjadi kekurangan guru.

Jika – dalam pelaksanaannya – terdapat aksi pemindahan guru, katakanlah ke daerah terpencil, maka kebijakan ini harus disertai insentif tertentu. Insentif ini dirancang untuk menghindari potensi keengganan bagi para guru yang harus betugas di daerah-daerah terpencil, misalnya.

Terakhir, SMK baru akan didirikan di setiap kecamatan di Sumsel. Berbeda dengan biasanya. SMK baru ini akan difokuskan sesuai kebutuhan dan karakter industri setempat. Harapannya, lulusan dapat langsung ditampung di dunia kerja, demi menekan angka pengangguran.

Diberitakan sebelumnya, Aswari-Irwansyah sedang gencar mempublikasikan dua program utamanya, diantaranya perbaikan infrastruktur dan ekonomi. Keduanya mempunyai keterkaitan. Hemat kata, Asri mengatakan jika infrastukturnya mulus, perekonomian akan terus berputar