Teknologi

Pemerintah Beri Bantuan Dana Kepada 144 Startup Teknologi

Pemerintah memberikan bantuan pendanaan dan pelatihan kepada 144 startup (perusahaan rintisan) teknologi. Mereka akan dibina melalui program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT). Adapun bantuan pendanaan yang di berikan untuk tiap perusahaan mencapai Rp350 sampai Rp450 juta. Nantinya tenan terbaik juga akan dikirim untuk pelatihan ke London.

“Kita terus dampingi para startup ini agar bisa menjadi perusahaan besar. Buktinya sudah cukup banyak, ada yang sudah bisa ekspor produk ke luar negeri pula setelah kita dampingi,” kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir seusai PPBT Business Camp di Jakarta kemarin.

Mantan Rektor Universitas Diponegoro itu menyampaikan, apabila semua proses start up, industri, dan pendidikan mampu terintegrasi dengan baik, diharapkan inovasi dapat berkembang dengan baik. Nasir pun mendorong para peserta pelatihan PPBT Business Camp 2018 untuk terus melakukan kajian mengenai target pasar startup yang akan dikembangkan agar inovasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Program kepada 144 startup teknologi dari seluruh Indonesia ini membekali pendiri startup dengan pendanaan usaha, keterampilan, dan pengetahuan yang dibutuhkan sehingga bisa meminimalkan kegagalan dan menjadi start up yang berkualitas. Program ini sudah berjalan sejak 2015.

Pada akhir 2019 diharapkan bisa menumbuhkan 1.000 startup teknologi. Pelatihan ini juga dimaksudkan untuk memberikan bekal pengetahuan dan skill kepada para pendamping tenan dari inkubator binis dan tenannya yang akan melaksanakan kegiatan inkubasi bisnis selama 8 bulan ke depan. Pelatihan ini diikuti 288 peserta dari seluruh Indonesia.

Pemerintah Beri Bantuan Dana Kepada 144 Startup Teknologi

Para peserta ini terdiri atas 144 pendamping inkubator dan 144 tenan yang meru pakan penerima pendanaan program PPBT 2018. Nasir mengatakan, inovasi me rupakan salah satu kunci pendorong dalam meningkatkan daya saing ekonomi bangsa.

Negara pemenang bukan negara dengan jumlah penduduk besar, bukan negara yang kaya, tetapi negara yang memiliki inovasi. “Contoh negara kaya yang memiliki kesulitan masalah finansial adalah kerajaan Arab Saudi, penghasil minyak terbesar di dunia. Tetapi saat ini harga minyak turun, kebutuhan akan minyak pun turun, dan mereka mengalami guncangan,” kata Nasir.

Nasir berharap startup yang sudah dibuat nanti berkembang untuk bisa masuk ke level technology readiness level (TRL) dan innovation readiness level (IRL) 9. “Jadi bisa dinikmati oleh masyarakat. Contoh TRL dan IRL yang baik adalah Gesits dan garam farmasi,” kata Nasir.

Sementara itu, Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristek Dikti Jumain Appe mengatakan, pihaknya selaku penyelenggara Program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) memberikan dana kepada pelaku usaha pemula berbasis teknologi.

Dengan tujuan memberikan bekal pengetahuan dan skill serta pendampingan tenan dari inkubator bisnis, yang akan melaksanakan kegiatan inkubasi bis nis selama 8 bulan ke depan