Pilkada 2018

Aswari Rivai Resmi Calonkan Diri Sebagai Cagub Sulsel

Bupati Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel) Saifudin Aswari Rivai, akhirnya resmi mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Sumsel di Pilkada Sumsel.

Keputusannya ini semakin kuat setelah dirinya bertemu langsung dengan Prabowo Subianto. Aswari Rivai mendapatkan mandat saat bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra, untuk maju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumsel 2018 sebagai pemimpin.

“Saya sudah menghadap Pak Prabowo, dan beliau menyerahkan Sumsel ke saya. Prabowo meyakini saya untuk tetap mencalonkan sebagai Gubernur Sumsel,” ujar Aswari Rivai, saat menyampaikan deklarasi di poskonya, Rabu, 10 Januari 2018.

Menjelang Pilkada Sumsel, banyak kandidat yang menilainya hanya cocok menjadi calon Wakil Gubernur (Wagub). Tetapi di bulan Juli 2018 mendatang, dirinya akan membuktikan bahwa levelnya berada di Sumsel 1.

Sindiran dari rivalnya pun hanya ditanggapi dengan lapang dada. Bahkan, dirinya tidak merasa terbebani dinilai tidak layak sebagai calon Gubernur Sumsel. “Tidak apa-apa, saya senang dikecilkan. Itu pengalaman kami menghadapi Pilkada Sumsel. Tetapi nanti, level saya di nomor satu,” kata Aswari.

Ketua DPD Partai Gerindra Sumsel ini juga memutuskan untuk menggandeng Muhammad Irwansyah, Wali Kota (Wako) Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Berjiwa muda dan berpengalaman inilah membuat Aswari tertarik maju bersama Irwansyah. Dirinya memuji pengalaman dan kemampuan Irwansyah di bidang birokrasi.

“Saya dapat pasangan ini ketemunya begitu cepat. Tetapi Irwansyah merupakan aset Sumsel. Warga Sumsel yang sukses berkarir di Belitung. Kita yakin mampu mengembalikan marwah Sumsel,” kata Aswari.

“Sumsel harus dipimpin orang yang sudah berpengalaman. Ini bukan ajang coba-coba untuk menjadi pemimpin,” ujar Aswari.

Aswari juga tidak mempermasalahkan sosok Irwansyah belum terlalu dikenal oleh masyarakat Sumsel. Terlebih saat maju di Pilkada Sumsel 2018 ini. Karena saat ini, lanjut Aswari, masyarakat dapat membedakan pemimpin yang terkenal tetapi tidak berpengalaman, dengan pemimpin tidak terkenal tetapi berpengalaman.

Aswari Rivai Resmi Calonkan Diri Sebagai Cagub Sulsel

Tidak seperti pasangan calon (paslon) Pilkada Sumsel lainnya, Aswari Sumsel malah memuji kepemimpinan Gubernur Sumsel Alex Noerdin selama ini.

Aswari memuji sosok Alex Noerdin sebagai pemimpin yang sudah membuat Sumsel maju dan berkembang pesat. Kendati Ketua DPD Golkar Sumsel tersebut mendukung rivalnya, yaitu Dodi Reza-Giri Ramandha Kiemas.

“Kita nanti hanya mengisi kekurangannya saja. Kami tidak ingin mengatakan lebih baik, tetapi harus lebih baik. Sejauh ini (kepemimpinan Alex Noerdin) sudah cukup baik,” ungkap Aswari.

Saat menuju ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumsel, beberapa pendukungnya menawarkan Aswari-Irwansyah untuk mengendarai mobil mewah. Tetapi, pecinta motor besar ini langsung menolaknya. Dia lebih memilih berangkat mendaftarkan diri sebagai paslon Pilkada Sumsel secara sederhana.

Dari iring-iringan kendaraan pendukung, terlihat tidak mencolok dan tanpa arak-arakan yang berlebihan. “Aswari dan Irwansyah ini tidak punya uang banyak. Kita hanya menjual figur dan program untuk masyarakat Sumsel,” ungkap Aswari.

Menurutnya, sosok figur pemimpin berjiwa dan berpengalaman mampu mengubah Sumsel menjadi provinsi yang maju di Indonesia. Irwansyah pun mengungkapkan ketertarikannya terjun di Pilkada Sumsel sudah sejak lama.

Dirinya bahkan sudah berkomitmen untuk tidak melanjutkan kepemimpinannya di Kota Pangkalpinang. “Walau berdarah-darah di Pikada 2013, tetapi saya berhasil menjabat Wako Pangkalpinang. Dari awal komitmen hanya satu periode. Saya sudah sampaikan, akan maju di Sumsel,” ungkap Irwansyah.

Pada tahun 2013 saat dilantik menjadi Wako Pangkalpinang, Irwansyah tercatat sebagai pemimpin daerah termuda. Saat menjabat sebagai pemimpin Kota Pangkalpinang usianya baru 29 tahun. Irwansyah mampu mengalahkan rival lainnya dengan usia yang terpaut jauh.

Perlu diketahui, Aswari-Irwansyah mendaftarkan diri ke KPUD Sumsel pada Rabu sore, sekitar pukul 15.00 WIB. Paslon ini mengantongi 15 kursi dari partai politik (parpol) pendukungnya, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra.