Internasional

Serangan Siber Hantam Iran, Peretas Tinggalkan Bendera AS Dan Ancaman

Jaringan komputer termasuk pusat data Iran diretas oleh tangan-tangan jahil tidak bertanggung jawab. Peretas meninggalkan gambar bendera Amerika Serikat (AS) di layar dan pesan bernada ancaman.

“Jangan main-main dengan pemilu kami,” kata Teknologi Informatika (TI) Iran.

“Serangan itu tampaknya mempengaruhi 200 ribu switch router di seluruh dunia dalam serangan luas, termasuk 3.500 switch di negara kami,” kata Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi Iran, IRNA,.

Pernyataan itu mengatakan serangan itu, yang menghantam penyedia layanan internet dan memutus akses web untuk pelanggan, dimungkinkan oleh kerentanan di router Cisco. Cisco sebelumnya sudah mengeluarkan peringatan dan memberikan patch bahwa beberapa perusahaan telah gagal menginstal selama liburan tahun baru Iran.

“Beberapa insiden di beberapa negara, termasuk beberapa yang secara khusus menargetkan infrastruktur penting, telah melibatkan penyalahgunaan protokol Smart Install,” ucap seorang peneliti ancaman di Cisco Talos Security Intelligence and Research Group Nick Biasini.

“Sebagai hasilnya, kami mengambil sikap aktif, dan mendesak pelanggan, sekali lagi, dari risiko tinggi dan jalur remediasi yang tersedia,” imbuhnya dalam tulisan di blognya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (8/4/2018).

Serangan Siber Hantam Iran, Peretas Tinggalkan Bendera AS Dan Ancaman

Cisco mengatakan pada sabtu malam,  bahwa postingan itu adalah alat untuk membantu klien mengidentifikasi kelemahan dan mengusir serangan siber.

Menteri TI Iran Mohammad Javad Azari-Jahromi memposting gambar layar komputer di Twitter dengan gambar bendera AS dan pesan peretas. Dia mengatakan belum jelas siapa yang melakukan serangan itu.

Azari-Jahromi mengatakan serangan itu terutama menyerang Eropa, India dan AS, televisi negara melaporkan. “Sekitar 55.000 perangkat terkena dampak di Amerika Serikat dan 14.000 di China, dan pangsa perangkat yang terpengaruh Iran adalah 2 persen,” terang Azari-Jahromi.

Dalam sebuah tweet, Azari-Jahromi mengatakan badan tanggap darurat komputer negara, MAHER, sudah menunjukkan kelemahan dalam memberikan informasi kepada perusahaan (yang terkena dampak) setelah serangan yang terdeteksi pada hari Jumat di Iran.

Sementara itu, Hadi Sajadi, wakil kepala Organisasi Teknologi Informasi yang dikelola negara Iran, mengatakan serangan itu berhasil dinetralkan dalam beberapa jam dan tidak ada data yang hilang.