Keuangan

Tips Hindari ‘pencurian password’ di Mesin ATM

Munculnya kasus pencurian data nasabah bank dengan teknik menggandakan ATM menimbulkan kekhawatiran di benak masyarakat. Untuk menghadapi kemungkinan buruk, polisi memiliki saran khusus.

AKBP Roberto Pasaribu dari Subdirektorat Siber Polda Metro Jaya mengimbau kepada pelanggan untuk memperhatikan dua hal yaitu kondisi mulut slot kartu ATM dan tidak membagi PIN kepada siapa pun.

Menurut Roberto, teknik skimming ATM membutuhkan alat-alat tertentu dipasang di sekitar mulut slot kartu. Bisa jadi kamera atau sesuatu yang tidak biasa di sana.

“Cek saja di mulut lubang kartu apakah ada benda asing, jika ada hubungi ke nomor yang tertera di atm,” kata Roberto saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22 /).

Nomor yang dimaksud oleh Roberto adalah nomor resmi pemilik bank ATM yang bersangkutan. Masalahnya adalah bahwa sering nomor yang melekat pada ATM adalah kontak palsu yang merupakan bagian dari modus kejahatan.

Pastikan nomor dan konten banding berasal dari otoritas bank yang penting untuk mencegah pelanggan jatuh ke perangkap penipuan.

Saran Roberto berikutnya adalah untuk melindungi data pribadi lainnya. Dalam pengungkapan kasus skimming baru-baru ini, dia mengatakan ada aktor yang bertindak melalui telepon, mengarahkan korban untuk mengirim datanya.

“Itu jangan langsung dipercaya, semua transaksi, semua komunikasi akan dilakukan secara resmi.”

Polda Metro Jaya baru saja mengungkapkan perampokan uang pelanggan dengan teknik skimming di wilayah tersebut. Ada 64 bank yang dibobol oleh sekelompok warga asing dari Eropa Timur, mulai dari BCA, BRI, Bank Mandiri, hingga BNI.

“Sementara ada 64 bank yang telah disiapkan oleh tersangka yang akan diambil dan ada sekitar 1.400 kartu ATM, dimana 1.200 kartu ATM di Indonesia,” kata Direktur Penyelidikan Pidana Publik Polda Metro Jaya, Komisaris Nico Afinta di markas besarnya. di hari Rabu