Nasional

Komitmen Indonesia untuk Perdamaian di Afghanistan

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menghadiri Konferensi Proses Kabul ke-2 terkait perdamaian di Afghanistan. Dalam kesempatan itu, JK mempertegas tentang peran Indonesia terkait perdamaian di Afghanistan.

Jusuf Kalla menghadiri Konferensi Proses Kabul ke-2 terkait perdamaian di Afghanistan

“Saya hadir di sini dalam konferensi ini dan menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam proses perdamaian dan Perdamaian di Afghanistan,” kata JK di hadapan beberapa pimpinan Afghanistan di Kabul.

Bagi Indonesia, pertemuan ini sangat penting dalam proses perdamaian di Afghanistan, Sebab perseteruan berkepanjangan selama 40 sangat membuat siapapun menderita. “Merobek persatuan warga dan menghambat pembangunan sosial dan ekonomi. Sebab perseteruan tak pernah menguntungkan siapapun,” tekannya.

Wapres menambahkan bahwa perdamaian harus dipupuk termasuk menempa ikatan kepercayaan antara orang-orang di semua tingkat dan membangun komitmen yang kuat dan solid dari semua elemen masyarakat, untuk menegakkan prinsip hormat menghormat dan pengertian dan membangun dialog.

“Inklusivitas dalam membangun perdamaian sangat penting. Setiap orang Afghanistan merupakan elemen kunci dan mesti menjadi bagian dari solusi. Suara setiap orang Afghanistan harus didengar,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Wapres, bahwa hal yang juga penting dalam membangun perdamaian adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat dan, meningkatkan kredibilitas proses itu sendiri. “Ini merupakan materi penting untuk perdamaian yang tahan lama,” ujarnya.

Menjadi penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia sangat memahami peran penting dari ulama-ulama dalam memelihara perdamaian dan rekonsiliasi terutama melewati promosi nilai dan prinsip toleransi dan Islam sebagai Rahmatan lil ‘alamin, atau Islam sebagai berkah bagi alam semesta.

Untuk itu, Indonesia, tanpa ragu-ragu menyambut dan menerima permintaan Afghanistan untuk menjadi tuan rumah Konferensi Ulama Internasional.

“Indonesia percaya bahwa Konferensi Ulama ini bakal berkontribusi untuk mengakhiri konflik yang menghancurkan,” pungkasnya.