Kesehatan

Perlukah Antibiotik Saat Batuk dan Demam?

Perubahan cuaca ekstrem belakangan dapat membuat daya tubuh menurun. Sehingga tubuh yang tidak fit, akan terserang batuk dan demam. Batuk disertai demam tinggi biasanya ditemukan pada tubuh yang sedang terserang virus influenza, jenis virus ini mampu menginfeksi saluran pernapasan seperti tenggorokan.

Batuk disertai demam tinggi biasanya ditemukan pada tubuh yang sedang terserang virus influenza

Sedangkan demam merupakan salah satu prosedur pertahanan tubuh dari serangan virus dan bakteri, sehingga tubuh rentan mengalami peradangan. Seseorang bisa menderita demam dan batuk bisa terjadi beberapa kali dalam satu tahun.

Spesialis penyakit dalam dr. Wismandari Wisnu, SpPD-KEMD mengungkapkan bahwa perubahan cuaca dan suhu yang menjadi lebih dingin bisa menurunkan daya tahan tubuh, sehingga bakal mudah bagi kuman, bakteri dan virus untuk masuk ke dalam tubuh.

Yang berbahaya kalau sudah terjadi infeksi, misalnya jika demam tidak kunjung turun.

Ia mengungkapkan bahwa penggunaan antibiotik pada kondisi tertentu akan dilakukan. Namun tidak bisa sembarangan.

“Kalau sudah terjadi infeksi bakteri, biasanya saya berikan antibiotik. Tetapi itu melalui inspeksi lebih lanjut dan ada dosisnya. Kalau demam tidak kunjung turun dan dahak yang dikeluarkan saat batuk menjadi, contohnya Infeksi pun mesti diperhatikan, enggak semua virus dan bakteri itu sama,” ujarnya.

“Tidak harus selalu minum obat. Kita harus bisa bedakan jenis demamnya. Contohnya common fever, atau ada yang demam imbas alergi lantaran serbuk tanaman, perubahan cuaca, kurang tidur dan istirahat, atau kelelahan.”

Selain kompres, untuk antisipasi saat kena hujan segera ganti baju dengan yang kering dan hangat. Supaya daya tahan tubuh bagus, cuci tangan, makan makanan bersih dan olahraga.

Perlukah minum multivitamin? “Ini yang harus dipahami. Apalagi kalau dari asupan makanannya sudah baik Mulivitamin itu kan tambahan makanan. Penting untuk contohnya para penderita autoimun, atau manula-manula yang memang sudah tak bisa mencerna makanan dengan baik.”