Bisnis

Alstom : Produsen Kereta Cepat Eropa

Kebutuhan akan kenyamanan dan penghematan waktu untuk perjalanan menjadi nomor wahid bagi penumpang kereta api. Ketika kereta cepat Shinkansen dari Jepang memulai debutnya pada tahun 1964, negara-negara lain juga berlomba-lomba untuk membuat kereta cepat yang sama. Untuk itu, sebuah perusahaan Prancis, Alstom, yang pada awalnya bernama Als-Thom, kemudian dirubah menjadi Alsthom pada tahun 1932, lalu merubah nama kembali menjadi  Alsthom Atlantique pada tahun 1976, kemudian Gec-Alsthom pada tahun 1989 dan Alstom sejak 1998, adalah sebuah perusahaan terbatas yang berbasis di Prancis, khusus di sektor transportasi, terutama kereta api, yang menyediakan transportasi dalam bentuk  kereta api, trem dan kereta bawah tanah).

Pada awalnya, perusahaan Als-Thom, singkatan  dari “Alsace” dan “Thomson”, menjadi Alsthom, adalah hasil dari merger, yang dilakukan pada bulan September 1928, dari bagian dari Alsatian Society of Mechanical Constructions (SACM) berdasarkan di Mulhouse kemudian di Belfort, seorang spesialis dalam konstruksi lokomotif, dan perusahaan Prancis Thomson Houston (CFTH), sebuah perusahaan Franco-Amerika yang mengkhususkan diri dalam peralatan traksi listrik kereta api dan konstruksi elektro-mekanis. Dalam perkembangan Almstom pada 27 September 1981, perusahaan transportasi Perancis, Alstom, meluncurkan kereta api berkecepatan tinggi pertama di Eropa untuk beroperasi di Perancis dengan nama “Train a Grande Vitesse (TGV)” memulai debutnya untuk perjalanan cepat di Perancis untuk melayani antusiasme masyarakat. Sebenarnya, ide ini telah muncul pada 1960-an, prototipe pertama dari kereta cepat yang menggunakan turbin gas dan menghasilkan listrik sendiri dari minyak. Namun, karena kenaikan harga minyak saat itu, proyek ini kurang mendapat respons yang baik.

Baru-baru ini, perusahaan Jerman, Siemens dan perusahaan Perancis, Alstom menjalin kemitraan bisnis untuk menjadi juara Eropa yang baru di industri kereta api. Kedua perusahaan besar telah menandatangani nota kesepahaman untuk bergabung menjadi Siemens Alstom yang akan memprioritaskan inovasi industri kereta api. Dengan melakukan merger ini, Siemens dan Alstom akan memiliki 62.300 karyawan di lebih dari 60 negara. Bisnis kedua perusahaan sebagian besar saling melengkapi. Hal ini akan membuka peluang perusahaan gabungan ini untuk mengakses pasar di Timur Tengah, Afrika, India, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Cina, Amerika Serikat dan Rusia. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa proyek-proyek Alstom dipantau secara ketat misalnya oleh Rusia, Brasil dan Amerika Serikat. AGV terbaru akan mengangkut lebih banyak penumpang, sehingga biaya operasional dapat dikurangi. Ini adalah harga kesuksesan. karena sejumlah rute sudah padat dan mengingat panjang kereta yang tidak mungkin untuk ditambahkan, dan tidak melebihi 202 meter, karena infrastruktur, terutama platform, yang tidak lagi memadai), daya dukung harus ditingkatkan untuk meningkatkan kenyamanan. Oleh karena itu, elemen teknis akan dioptimalkan untuk menyediakan ruang bagi penumpang.