Lifestyle

Awas! Virus HPV Bisa Serang Pria

Ada ratusan tipe Human Pappiloma Virus (HPV). Tapi, hanya 19 tipe yang menyebabkan kanker dan tipe tersering penyebab kanker adalah HPV tipe 16, 18, dan 52. Ketiganya bisa menyebabkan kanker secara tunggal,artinya tidak disertai infeksi tipe lain. Selain pada wanita, infeksi HPV juga mampu menyebabkan kanker pada pria.

Infeksi HPV juga mampu menyebabkan kanker pada pria.

Pada kaum adam, virus HPV bakal berkembang menjadi kanker penis, anus, dubur, dan kanker laring. Maka itu, di luar negeri, vaksin HPV juga diberikan kepada laki-laki. Prof dr Andrijono SpOG(K), Ketua HimpunanOnkologi Ginekologi Indonesia (HOGI), dalam acara diskusi bertema “Mendorong Vaksin Human Pappiloma Virus (HPV) sebagai Program Vaksinasi Nasional” di Jakarta (19/1/2018), menyebut, infeksi HPV tak ada obatnya sehingga langkah paling efektif adalahi vaksinasi HPV.

“Vaksin HPV aman sekali sebab dibuat dari cangkang virus sebagai zat aktif vaksin sehingga tidak berbahaya. Begitu disuntikkan, bakal terbentuk antibodi yang menyebar melewati darah ke semua jaringan, termasuk serviks/leher rahim,” beber Prof Andrijono. Vaksin HPV diberikan pada anak perempuan usia 9-14 tahun dengan dua  dosis. Sedangkan, pada wanita dewasa berusia 14-44 tahun, vaksin diberikan sebanyak 3 dosis (bulan 0, bulan 2, dan 6  bulan).

Untuk program nasional dan pilot project yang sudah dijalankan, vaksin diberikan pada anak kelas 5 SD. “Pernikahan di bawah umur masih tinggi di Indonesia. Jadi, dikejar sebelum seorang anak remaja menikah (aktif secara seksual),” tandasnya. Tarif untuk program nasional kanker serviks dipandang jauh lebih murah ketimbang tarif pengobatan kanker serviks.

Hanya dibutuhkan Rp 320 miliar setahun dengan efektivitas vaksin mendekati 100 jika ada 2 juta anak perempuan usia 10 tahun dan diperkirakan harga sekali suntik USD 6.

Menurut data Globocan yang dirilis WHO/ICO Information Centre on HPV and Cervical Cancer tahun 2012, ada 1 wanita Indonesia meninggal dalam satu  jam setiap harinya lantaran kanker serviks dan diprediksi terdapat 58 kasus baru setiap harinya.