Budaya

“Warrior” Buku Tentang Sejarah Militer Eropa Klasik

Warrior adalah buku tentang sejarah militer yang diterbitkan oleh penerbit Inggris, yaitu Osprey Publishing. Buku-buku dalam seri Warrior dikhususkan untuk sejarah militer dari Romawi hingga konflik kontemporer. Teks penelitian dilengkapi dengan gambar yang dirancang khusus untuk publikasi serta foto hitam putih. Dalam buku ini digambarkan tentang pemikiran bahwa, peradaban Roma dengan semua pembelajaran dunia klasik oleh suku-suku barbar di Jerman dan Scythia, mempunyai sejarah yang panjang dan jelas.

Sebenarnya tidak lama setelah Alaric dan orang-orang Goth mengalahkan Roma pada 406 M, para penulis pada masa itu berbicara mengenai tumbangnya peradaban. Gagasan ini tidak pernah sungguh sungguh diuji, dan semakin diperkuat dengan kebangkitan kembali pembelajaran klasik selama abad ke-14 dan 15.

Dalam buku ini dijelaskan tentang perkembangan kemilitiran Romawi, mulai dari Kerajaan Romawi, yang telah berkuasa pada sekitar 500 Sebelum Masehi, Republik Romawi, yang berkuasa pada 500 Sebelum Masehi hingga tahun 31 Masehi Sebelum Masehi. Kemudian dilanjutkan dengan Kekaisaran Romawi, yang berkuasa pada tahun 31 Sebelum Masehi hingga 476 Masehi dan kemuddian diteruskan dengan, kekaisaran Byzantium (476-1453), telah beberapa kali mengalami perkembangan sektor militer khususnya dibagian Infantri. Dari buku ini, pembaca dapat melihat bahwa, Romawi bersama dengan beberapa kota di Yunani adalah salah satu negara pertama di dunia yang memiliki sistem penggajian penuh setiap bulan, yang dibayarkan pada para prajuritnya. Dengan cara ini, pasukan dapat menjadi pasukan penuh waktu dan dengan setia, bersedia untuk bertarung sepenuhnya. Setelah adanya sistem penggajian tersebut, maka para prajurit tersebut, tidak lagi berperang hanya di waktu senggang mereka, ketika mereka tidak mengurus ladang. Awalnya, Roma memiliki tentara paruh waktu seperti di negara lain, tetapi sejak 100 sebelum Masehi, di bawah Marius, tentara Romawi dibayar untuk berperang sepanjang tahun. Karena itu, tentara lebih banyak berlatih dan menjadi pasukan yang lebih maju.

Selain itu, kekaisaran Romawi mencapai tingkat dan stabilitas yang tak tertandingi ketika dipimpin oleh kaisar Trajan 98 hingga 117 Masehi, Hadrian pada tahun 117 hingga 138 Masehi dan Antoninus Pius pada tahun 138-161 Masehi. Dalam buku tersebut dikatakan pula, Mark Aurelius, yang berkuasa pada tahun 161 hingga 180 Masehi,  harus menanggung serangkaian pertempuran melawan orang-orang barbar di perbatasan Romawi. Dia digantikan oleh Kommodius, yang terbunuh pada tahun 192 Masehi. Pada abad ketiga di era kita, Roma mengalami kerusuhan dan pemberontakan yang menyebabkan perlambatan ekonomi. Kaisar Diocletianus, yang berkuasa pada tahun 284 hingga 305 Masehi bersama dengan rekannya Maximianus, yang berusaha berusaha membangun kembali kekaisaran. Penerus Diokletianus adalah Konstantius, yang merupakan ayah dari Konstantinus Agung, yang memegang tampuk kekuasaan pada tahun 312-337 Masehi. Konstantinus yang memindahkan ibukota ke Byzantium, yang namanya diubah menjadi Konstantinopel. Konstantinus juga menjadikan agama kristen sebagai agama negara, meskipun ia sendiri baru dibaptis sebelum kematiannya.